Pulihkan Fungsi Hutan, UPT BPDASHL Agam Kuantan Berikan Bibit Tanaman


Sabtu, 06 Maret 2021 - 08:41:05 WIB
Pulihkan Fungsi Hutan, UPT BPDASHL Agam Kuantan Berikan Bibit Tanaman UPT BPDASHL Agam Kuantan Berikan Bibit Tanaman

PESSEL, HARIANHALUAN.COM - Tiga kelompok tani hutan di Kabupaten Pesisir Selatan menerima program Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL). Kegiatan itu berupa Kebun Bibit Rakyat (KBR) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Unit Pelaksana Teknis Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (UPT BPDASHL) Agam Kuantan untuk tahun anggaran 2021.

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Ketiga kelompok tersebut adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukik Nan Jombang di Nagari Koto Baru Kecamatan Bayang, Kelompok Tani Hutan (KTH) Belakang Rumah di Nagari Tuik IV Koto Mudiak Kecamatan Batang Kapas dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Gelanggang di Nagari Sungai Sirah Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Kasi RHL UPT BPDASHL Agam Kuantan, Renran menjelaskan kelompok tani tersebut akan menerima salah satu kegiatan untuk mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan dengan pemberdayaan masyarakat berupa pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR). KBR dimaksud adalah untuk menyediakan bibit tanaman berupa jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti durian, petai, jengkol, pala. Kemudian jenis kayu-kayuan sepeti bayur, surian dan kopi.

"Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga," jelas Renran, dikutip dari website resmi Pemkab Pessel, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Kebun Bibit Rakyat (KBR) dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat yang tergabung ke dalam Kelompok Tani Hutan. Masing-masing kelompok wajib membuat bibit sebanyak 50.000 batang bibit dengan jenis bibit disesuaikan oleh keinginan anggota kelompok yang akan di tanam pada lahan milik kelompok tani yang kondisinya kritis.

Dikatakan Renran, ketiga kelompok tani tersebut telah dilakukan penetapan lokasi berdasarkan kelayakan teknis. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi kepada seluruh anggota kelompok dengan menghadirkan Wali Nagari, Camat, Bamus dan KAN agar kegiatan tersebut dapat di dukung secara bersama sehingga tujuan dan sasaran tercapai.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

Kemudian dalam pelaksanaan fisik di lapangan, ketiga kelompok tani akan di berikan bimtek atau bimbingan teknis dari BPDASHL Agam Kuantan dan instansi terkait seperti KPHP dan Dinas Kehutanan Provinsi.

"Tujuan dari bimtek ini adalah agar anggota kelompok tani dalam pelaksanaan pekerjaan pembuatan bibit dan penanaman bibit lebih terarah, dan tetap mengacu kepada rancangan teknis sebagai pedoman dalam pelaksanaan di lapangan. Sehingga tidak terjadi penyimpangan karena sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku," tutupnya.(*)

Baca Juga : Gubernur Minta Sumbar Jangan Lagi Masuk Zona Merah Covid-19

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]