Dijadikan Ketua PD Versi KLB, Ade Armando Minta Moeldoko Mundur dari Istana


Sabtu, 06 Maret 2021 - 10:18:38 WIB
Dijadikan Ketua PD Versi KLB, Ade Armando Minta Moeldoko Mundur dari Istana Ade Armando

HARIANHALUAN.COM - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, minta Moeldoko mundur dari Kepala Staf Kepresidenan. Hal ini menyusul Moeldoko telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) 2021 di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Ade Armando menyebut langkah Moeldoko mengambil alih Demokrat dapat mengkhawatirkan bahwa Jokowi. Kepala Negara dikhawatirkan disebut dalam dari kudeta partai yang kini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga : Komisi VII DPR Mulyanto: Harga Listrik di Indonesia Sudah Mahal dan Tak Perlu Dinaikkan Lagi

“Karena sudah menjadi Ketua Partai Demokrat, sebaiknya Pak Moeldoko meletakkan jabatan di KSP,” kata Ade di akun twitter-nya @adearmando1, seperti dikutip dari Suara.com, Sabtu (6/3/2021).

“Kalau pak Moeldoko tidak mundur dari KSP, itu seolah membenarkan tuduhan bahwa mastermind kudeta Partai Demokrat adalah Pak Jokowi,” lanjutnya.

Baca Juga : Ungkap Alasan Disuntik Vaksin Nusantara, Aburizal Bakrie: Saya Utang Nyawa ke Terawan

Bukan hanya Ade Armando, Eko Kuntadhi yang juga sama-sama aktif di Cokro TV juga menganggap bahwa sebaiknya Moeldoko mundur dari istana dan fokus pada kisruh urusannya di Demokrat.

“Bijaknya kalau Pak Moeldoko lagi bertempur di Partai Demokrat, dia harus istirahat dari KSP dulu, deh. Konsentrasi saja dulu sama arena pertempurannya,” tulisnya di akun twitter @eko_kuntadhi pada Jumat, 25 Maret 2021.

Baca Juga : Tak Hanya TMII, Sejumlah Aset Negara Ini juga Bakal Disita dari Anak Soeharto

Eko menjelaskan bahwa kisruh terkait Ketum di Partai Demokrat mungkin akan berbuntut panjang sebab SBY tidak akan menyerah begitu saja.

Sebaiknya kata dia, Moeldoko bertarung semestinya dengan SBY tanpa titel Kepala Staf Kepresidenan.

Baca Juga : Soal Pengamanan 'Wali Kota Serasa Presiden', Menantu Jokowi akan Perbaiki Hubungan dengan Jurnalis

“Menteri atau setara Menteri merangkap Ketum Partai sih, nggak masalah. Toh ada contoh Pak Erlangga, Pak Prabowo. Hanya saja, pertarungan PD kayaknya agak panjang. SBY nggak akan nyerah begitu saja," tulis Eko.

"Mestinya ini pertarungan Moeldoko vs SBY, bukan Kepala KSP Vs Mantan Presiden," tambahnya. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Suara.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]