Waspada! Tak Hanya Batuk, 4 Jenis Ruam Kulit Ini Bisa Jadi Gejala Covid-19


Sabtu, 06 Maret 2021 - 15:42:35 WIB
Waspada! Tak Hanya Batuk, 4 Jenis Ruam Kulit Ini Bisa Jadi Gejala Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gejala demam, batuk, hingga kehilangan kemampuan indra penciuman, dan perasa adalah tanda infeksi Covid-19. Namun ternyata tidak hanya dari gejala itu saja, infeksi Covid-19 juga bisa ditandai dari ruam kulit.

Empat jenis ruam kulit ini bisa jadi penanda jika anda terinfeksi Covid-19. CNBC Indonesia mengutip dari Daily Star, sebuah studi baru menunjukkan bahwa sebanyak 17% pasien Covid-19 mengalami beberapa gejala termasuk ruam kulit ini.

Baca Juga : Pria Lajang Lebih Berisiko Terkena Penyakit Mematikan Ini

Sementara 21% pasien lainnya mengaku hanya mengalami ruam kulit sebagai satu-satunya gejala yang muncul setelah terinfeksi Corona.

Berikut empat jenis ruam kulit yang bisa jadi penanda infeksi Covid-19 sebagaimana dikutip Sabtu, (06/03/2021).

Baca Juga : Dokter Maxi: Percepatan Vaksinasi Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat

1. Lesi kulit seperti chilblain

Ruam kulit ini biasanya terjadi pada jari dan telapak kaki yang biasa disebut dengan Covid-19 toes. Dalam kurun 1-2 minggu pertama Covid-19 toes ini bakal muncul.

Baca Juga : Sumbar 155 Kasus, Jabar dan DKI Terbanyak Penambahan Positif Covid-19 Sabtu Ini

Lalu, lesi akan berubah warna dan pembengkakannya berkurang hingga sembuh tanpa pengobatan. Gejala ini umumnya dialami kelompok remaja dan dewasa muda.

Sebuah penelitian menyebut, lesi kulit ini diakibatkan oleh rusaknya sel darah akibat respon sistem kekebalan tubuh terhadap virus, atau beberapa gumpalan darah di jari kaki.

Baca Juga : Ini Tips Mencegah Dehidrasi Kulit saat Berpuasa

2. Ruam makulopapular

Ruam jenis kedua ini memicu perubahan warna pada area kulit. Sebuah penelitian di Spanyol menyebutkan dari 375 pasien Covid-19, sebanyak 47% diantaranya mengalami ruam jenis ini.

Ruam jenis ini biasanya dialami oleh pasien yang berusia lanjut. Gejala ini biasanya berlangsung selama 18 hari dan muncul 20-36 hari pasca infeksi terjadi.

Sama dengan chilblain, ruam makulopapular ini dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang berjuang melawan infeksi. Fase hiper inflamasinya dimulai 7-10 hari setelah infeksi.

3. Gatal-gatal

Gatal-gatal ini ditandai dengan kondisi kulit yang menonjol disebabkan iritasi sehingga terasa gatal. Apabila kondisi gatal ini berkaitan dengan Covid-19, rasa gatalnya akan muncul bersama dengan gejala khas Covid-19 lainnya.

Biduran ini muncul setelah infeksi, karena menyebabkan kerusakan sel yang memicu pelepasan histamin melalui sistem kekebalan. Masalah kulit ini umumnya dialami pasien paruh baya dan berhubungan dengan penyakit yang lebih parah.

4. Lesi vesikuler

Jika dilihat ruam ini mirip dengan cacar air. Lesi vesikuler ini adalah kantung berisi cairan bening yang terbentuk di bawah kulit. Tapi gejala ini kurang umum dialami oleh pasien Covid-19.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Spanyol, pasien Covid-19 yang mengalami gejala ini hanya 9% saja. Ruam kulit ini disebabkan oleh periode peradangan yang lama, dengan antibodi yang menyerang kulit dan merusak lapisannya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : CNBC Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]