Andi Mallarangeng Yakin Moeldoko Dapat Izin Jokowi Jadi Ketum Demokrat


Sabtu, 06 Maret 2021 - 19:49:57 WIB
Andi Mallarangeng Yakin Moeldoko Dapat Izin Jokowi Jadi Ketum Demokrat Foto: Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng. (Tsarina-detikcom)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) versi Sumatera Utara (Sumut) menetapkan Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketua Umum PD. Sekretaris Majelis Tinggi PD Andi Mallarangeng khawatir Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membiarkan adanya intervensi orang berkuasa terhadap suatu partai politik (parpol).

Awalnya, Andi Mallarangeng mengaku yakin Moeldoko izin kepada Presiden Jokowi untuk menjadi Ketum PD melalui KLB.

Baca Juga : Kementerian PANRB Keluarkan Aturan Jam Kerja ASN Selama Ramadan

Hal ini diungkapkannya dalam acara diskusi Polemik yang bertajuk 'Nanti Kita Cerita Tentang Demokrat Hari Ini' dikutip dari detik.com melalui YouTube MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021).

"Bagi saya, masa sih orang macam dalam lingkaran dalam presiden, tiap hari ketemu presiden, kira-kira mau jadi ketum partai, kira-kira omong dulu nggak? Masa kita enggak minta izin sih, masa enggak ngomong sih," ujar Andi.

Baca Juga : Atasi Wabah Corona, Ketua DPD RI: Pemerintah Perlu Dengarkan Pendapat Ahli Epidemiologi

Lebih jauh, Andi Mallangeng mengaku khawatir jika Jokowi benar membiarkan Moeldoko melakukan manuver politik hingga ditunjuk menjadi ketum PD versi KLB di Sumut. Andi mengatakan dirinya menunggu sikap dan respons Presiden Jokowi atas munculnya sosok Moeldoko dalam KLB PD di Sumut.

"Dan kalau betul itu dilakukan dan kemudian tidak ada (pencegahan), dan dibiarkan, saya khawatir ini memang pemerintahan Jokowi membiarkan kejadian-kejadian semacam ini, membiarkan terjadinya intervensi dari orang yang sedang berkuasa. Jabatan Pak Moeldoko itu Kepala Staf Presiden, itu jabatan politik. Lalu melakukan gerakan-gerakan politik," ujarnya.

Baca Juga : Wapres Anjurkan Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadan di Rumah

"Nah ini karena jabatannya, yang punya bos atasan atau karena dirinya sendiri, bagaimana membedakan itu? Kita menunggu sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh Pak Jokowi, kita sudah kirim surat kok. Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban," sambungnya.

Selain itu, Andi Mallarangeng juga masih ingin menunggu keputusan yang dikeluarkan Menkum HAM Yasonna Laoly atas adanya KLB PD di Sumut yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketum PD. Ia pun masih yakin Menkum HAM Yasonna Laoly dan jajaran masih memiliki integritas dalam membuat keputusan.

Baca Juga : Resmikan Ponpes Tajul Falah Banten, Kapolri: Silahturahmi dengan Ulama Jangan Pernah Putus

"Nah sekarang mereka akan datang mendaftar dengan kepengurusan baru dan AD ART baru. Pertanyaannya, di Kumham sikapnya bagaimana? Saya sih masih percaya teman-teman Kementerian Hukum dan HAM termasuk Menkumham Yasonna Laoly akan bisa menjaga integritasnya untuk melihat secara jernih, apakah syarat-syarat untuk melakukan KLB telah dipenuhi sesuai dengan AD ART yang tercantum dalam lembaran negara sekarang ini," ungkapnya.

Sebelumnya, KLB PD versi Sumut memutuskan Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketum PD. Moeldoko yang datang ke arena, memberi sambutan berapi-api di hadapan peserta.

"Saya mengajak seluruh kader Demokrat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk bersama-sama berjuang untuk meraih kembali kejayaan Demokrat!" kata Moeldoko di lokasi KLB, The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3).

"Tidak ada yang tertinggal. Semua kita bersatu padu, kita ajak semuanya. ini adalah rumah besar kita bersama," imbuh Moeldoko. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]