Batik Air Tujuan Jambi-Jakarta Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha, Apa Sebabnya?


Sabtu, 06 Maret 2021 - 20:30:14 WIB
Batik Air Tujuan Jambi-Jakarta Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha, Apa Sebabnya? Evakuasi penumpang pesawat Batik Air yang putar balik di Jambi (Foto: dok. Istimewa)

JAMBI, HARIANHALUAN.COM - Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6803 rute Jambi-Jakarta harus mendarat darurat di Bandara Sultan Thaha, Jambi, setelah mengalami gangguan teknis. Pesawat itu kembali mendarat setelah sekitar 20 menit mengudara.

"Iya, penerbangan Batik Air tadi sempat mengalami RTB (return to base) dan emergency landing di Bandara Sultan Thaha, Jambi," kata Executive General Manager Bandara Sultan Thaha, Jambi, Indra Gunawan dikutip dari detik.com, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga : Pesan Penting Kapolri, Tidak Ada Ampun Bagi Polisi yang Terlibat Narkoba!

Indra mengatakan pesawat Batik Air lepas landas pada pukul 13.28 WIB. Namun, setelah lepas landas, pesawat itu landing kembali ke Bandara Sultan Thaha, Jambi, pada pukul 13.51 WIB karena ada kendala pada roda depan (nose wheel). Insiden ini juga tidak memakan korban jiwa.

Penumpang yang berada di dalamnya juga bisa dievakuasi dengan selamat ke terminal dengan menggunakan bus. Ada 117 penumpang yang berada di pesawat itu, terdiri atas 114 penumpang dewasa, 2 orang anak-anak, dan 1 penumpang yang masih balita.

Baca Juga : Kemajuan Industri 4.0 Dorong Indonesia Menuju Sepuluh Besar Kekuatan Ekonomi Global

Sebelum pendaratan, personel Pemadam Kebakaran dan Basarnas Jambi serta ambulans standby di posisi masing-masing di seputaran runway pendaratan. Setelah pesawat mendarat, petugas langsung melakukan pengecekan.

"Saat ini posisi pesawat masih berada di landasan, dan sedang diupayakan untuk dievakuasi. Dari kejadian ini, ada tiga penerbangan yang terdampak dibatalkan (cancel), yaitu Lion Air, Batik Air, dan Citilink, yang semuanya adalah tujuan ke Jakarta (CGK)," ujar Indra.

Baca Juga : Airlangga Hartarto: Praktik Korupsi Hambat Laju Pertumbuhan Ekonomi 

Pernyataan Batik Air Group

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pilot memutuskan putar balik pesawat karena mengetahui ada kendala teknis. Kendala itu diketahui karena ada pemberitahuan.

"Setelah lepas landas, pilot memutuskan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB) dikarenakan ada salah satu indikator menyala di ruang kokpit (yang memberitahukan atau menunjukkan), kemungkinan ada kendala teknis (technical reason)," jelas Danang dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga : RUU Kejaksaan, DPR dan Pemerintah Sepakat Penguatan Korps Adhyaksa

Danang mengatakan, untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, keputusan kembali ke bandar udara asal adalah tepat. Hal ini untuk segera dilakukan pemeriksaan dan pengecekan lebih lanjut pada pesawat udara Airbus 320-200 registrasi PK-LUT.

Seluruh kru pesawat dan penumpang dibawa dan diarahkan ke ruang tunggu gedung terminal bandar udara untuk mendapatkan informasi lebih lanjut serta penanganan keterlambatan keberangkatan. Danang juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini.

"Batik Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul sehingga penerbangan para tamu ID-6803 terganggu. Batik Air telah memberikan layanan kompensasi penundaan keberangkatan (delay management) berdasarkan ketentuan yang berlaku," pungkasnya. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]