Ancam Keselamatan, Warga Keluhkan Aktivitas Penggalian Tanah di Dharmasraya


Ahad, 07 Maret 2021 - 18:12:07 WIB
Ancam Keselamatan, Warga Keluhkan Aktivitas Penggalian Tanah di Dharmasraya Kondisi salah satu ruas Jalan Lintas Sumatera kawasan Gunung Medan, yang licin akibat ceceran tanah liat hasil aktifitas pengangkutan galian C diguyur hujan.

PULAU PUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Berpotensi mengancam keselamatan berlalu lintas di jalan raya, sejumlah warga yang melintasi jalan nasional lintas Sumatra ruas Sikabau - Gunung Medan mengeluhkan ceceran tanah liat diduga akibat aktivitas penambangan galian C di kawasan tersebut.

Dikatakan salah seorang pengendara sepeda motor yang melintasi kawasan jalan yang kebetulan dekat Kantor DPRD setempat, Nur Rohmat(52), pada saat diguyur hujan praktis jalan itu yang sudah ditutupi ceceran tanah liat akan menjadi lumpur licin.

Baca Juga : Hasil Dua Operasi Polda Sumbar, Ratusan Tersangka Sudah Ditangkap

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"Kondisinya yang licin tentu akan menyulitkan orang yang melintasi jalan tersebut, jika memilih menghindarinya dikhawatirkan akan lebih membahayakan karena harus mengambil jalur pengendara dari arah depan," ungkapnya.

Pengguna jalan lainnya, Abdullah Tayib (57), mengaku trauma dengan kondisi jalan tersebut, karena kendaraan yang ia bawa tergelincir dan nyaris jatuh ketika mencoba mengelak dari ceceran tanah berlumpur itu.

Baca Juga : Wabup Pasaman Sabar AS Minta PMI Jaga Ketersediaan Stok Darah

"Waktu itu saya sudah turun ke badan jalan, ketika saya coba kembali ke ruasnya tiba-tiba ban depan sepeda motor saya tergelincir, beruntung saya masih bisa menahan dan mobil dibelakang saya sempat melakukan pengereman," kisahnya.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Terkait aktivitas penambangan dengan menggali tanah dari sebuah bukit di kawasan tersebut, Ketua Pemuda Nagari Sikabau, Harry Permana, mengatakan keluhan tentang aktivitas penambangan dan pengangkutan bahan galian C itu memang sudah dikeluhkan sejumlah warga sejak beberapa Minggu terakhir.

Baca Juga : Operasi Antik Singgalang 2021 di Pasaman, 20 Paket Ganja Kering Diamankan

Menurutnya, jika dalam kondisi cuaca terik masyarakat juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan dari ceceran tanah tersebut, disamping memicu ruas jalan jadi licin ketika hujan tiba.

"Dari informasi yang saya peroleh, aktivitas penambangan dilakukan oleh penyedia bahan galian timbunan tanah untuk pengerjaan lanjutan salah satu proyek irigasi di daerah ini," jelasnya.

Baca Juga : Hari Pertama Ramadhan, Dispar Sumbar Gelar Pertemuan antara Pelaku Pariwisata dan Citilink

Namun, lanjutnya, pihaknya tidak mengatahui secara pasti apakah aktivitas penambangan sudah memiliki izin resmi atau belum.

"Jika sudah memiliki izin, tentu sudah diatur tentang tata kelola penambangan beserta penanganan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas tersebut jika harus diangkut menuju lokasi proyek dengan melintasi jalan raya atau jalan umum," sebutnya.

Pihaknya berharap, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas timbulnya potensi gangguan keselamatan berlalu lintas serta polusi udara itu, bisa memberikan klarifikasi dan sosialisasi terkait kegiatan yang dilakukan.

"Jangan menunggu jatuhnya korban dulu, karena dalam masalah ini hak pengguna jalan dan kesehatan masyarakat sekitar sedang dipertaruhkan," tutupnya. (*)

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]