Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK


Ahad, 07 Maret 2021 - 20:52:12 WIB
Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Satgas Waspada Investasi (SWI) telah merilis daftar aplikasi, usaha gadai, dan entitas ilegal atau investasi bodong yang berpotensi merugikan masyarakat. Terbaru, SWI yang terdiri dari 13 kementerian dan lembaga, telah memblokir Tiktok Cash dan Snack Video.

"Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh. Kami meminta Kementerian Kominfo menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dikutip dari Kompas.com, Minggu (7/3/2021).

Baca Juga : Kementerian PANRB Keluarkan Aturan Jam Kerja ASN Selama Ramadan

Aplikasi tersebut diminta menghentikan kegiatannya karena tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Kominfo. SWI juga menemukan puluhan entitas kegiatan usaha yang diduga tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Apa saja investasi bodong yang dihentikan oleh SWI?

Berikut daftarnya:

Baca Juga : Atasi Wabah Corona, Ketua DPD RI: Pemerintah Perlu Dengarkan Pendapat Ahli Epidemiologi

Entitas usaha ilegal

Satgas dalam patroli sibernya menemukan 28 entitas kegiatan usaha yang diduga tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Baca Juga : Wapres Anjurkan Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadan di Rumah

Dari 28 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan sebagai berikut:

14 kegiatan money game.

Baca Juga : Resmikan Ponpes Tajul Falah Banten, Kapolri: Silahturahmi dengan Ulama Jangan Pernah Putus

6 Crypto Aset, Forex dan Robot Forex tanpa izin.

3 penjualan langsung atau direct selling tanpa izin.

1 equity crowdfunding tanpa izin.

1 penyelenggara konten video tanpa izin.

1 sistem pembayaran tanpa izin.

2 kegiatan lainnya.

Terdapat entitas yang telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Brilian Nusantara Mandiri (Bliuntung) karena telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing.

Berdasarkan informasi resmi, pada Februari 2021 telah ditemukan 51 kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal yang berpotensi meresahkan masyarakat karena sering melakukan ancaman serta intimidasi jika menunggak pinjaman.

Fintech lending ilegal Sejak 2018 hingga Februari 2021, fintech lending ilegal yang telah ditutup sebanyak 3.107.

Berikut daftar fintech peer to peer lending ilegal:

Go Duit

Go Duit-Pinjaman dana darurat

Go Duit

DanaCepat

Uang Pintar

CashGo-Pinjaman Online Cepat Cair

Butuh Modal-Pinjaman Online Cepat Cair

Butuh Modal-Kredit Dana Rupiah Pinjam Cepat Online

Dana Speed

Dana Saku-Online

Kredit KSP

Dana Saku

PinjamSaja-KSP

Pinjaman Dana Online

Halo Money

Dana fun (developer xinshangjia)

Dana fun (developer dana fun 122)

Dana fun (developer dana fun)

Rafra Apps Store

Dana Pintar PinjamanKu (Developer Natalia Blum)

PinjamanKu-Pinjaman Online tercepat dan teraman

Pinjamanku (developer Kyle Haines)

Dana Kilat - Pinjaman Online Aman, Cepat, dan Mudah

Dana Kilat - Segalanya jadi lebih mudah

Uang Kilat (developer Agatha Shumard)

Uang Kilat (developer dalam kenang) Uang Kilat (PT Graha Tirta Cantika)

Uang Kilat (WA EYE)

Uang Kilat (Super Keatly)

Laju Dana Cash Lagi Lite - Pinjaman Online Bunga Murah

KSP Dompet Kelapa - Pinjam Uang Tunai Kredit

Dana Durian Runtuh

Loan Segara

Butuh Uang - Pinjam Uang Tunai Mudah

Redholo - Rupee berasal dari sini

Super Rezeki

Modal Cepat - Pinjaman Online Cepat Cair dan Mudah

KSP Modal Cepat

KSP Dompet Pisang

Kredit Rupiah - Pinjaman Uang Online

Dana Tunai

Kredit Rupiah - Pinjaman Uang Tunai

Dana Cash

Rp Cepat Wallet Rpwallet: Wallet management

Rp-Q-Wallet

KSP Dompet Mangga - Alat pinjaman cepat

iDana-Cash

iDana-Pinjam Uang Rupiah Cash Tunai

iDana-Pinjam

iDana-UangQu

iDana Rupiah Petir-Pinjam Uang Tunai

Kredit Dana Cash Entitas ilegal

Selain fintech peer to peer lending ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan entitas ilegal.

Berikut daftar entitas ilegal:

PT Berbagi Bintang Teknologi (Stasashi)

PT Prioritas Inti Sejahtera (Smart In Pays) thetokole.com

Totole (mytotole.com)

PT Sukses Indonetwork Digital/VITO

Smartplan Community

Auto Sultan Community

Indonesia Binary Trader

SMARTXBOT

Antares

FORSAGE, FORSAGE ETH, FORSAGE TROM

PT Tiara Global Propertindo

Golden Bird/Burung Emas

Koperasi Simpan Pinjam Sarjana Sepadu Indonesia

PT Exadana Visindo

Go-Champion

Tiktok Cash

Berkah Berbagai 2020

Gamebot.group

Komunitas Berbagi Rizki

Commero Share Results

Coin Video 1-2-3

Compass

Love Money

Umoney

Golden Age Asset/GAA

Snack Video

Usaha gadai ilegal

Adapun usaha gadai ilegal yang masuk dalam daftar, yakni:

Amadeus

Gadai Asa

Gadai Mediatech

Gadai Barokah

Gadai Easy Com

Koprasi Joyo Lestari Tanpa nama/anonim

Mitra Gadai Syariah New Jawa

Gadai Rajawali

Gadai Salam

Gadai Sentra

Gadai Ayo

Gadai Setiaphone Celluler

Gadai Motor Jogja Gandrung

Gadai Syariah Prima

Gadai

Hati-hati

Sebelumnya pada tahun 2020, Satgas Waspada Investasi telah mengumumkan 75 entitas gadai ilegal. Total sejak 2019 sampai Februari 2021 menjadi 160 entitas gadai ilegal dan jumlah ini dimungkinkan akan bertambah.

Ketentuan soal pergadaian swastai sendiri telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian (POJK).

Seluruh kegiatan usaha pergadaian swasta diwajibkan untuk mendaftarkan diri ke OJK dalam tenggat batas waktu 2 tahun sejak POJK tersebut terbit yaitu batas akhir Juli tahun 2019.

SWI sendiri meminta kepada masyarakat untuk tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal. Masyarakat yang ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai agar dapat menggunakan usaha gadai yang terdaftar di OJK. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Kompas.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]