Penderita Kanker Serviks di Padang Terus Meningkat


Ahad, 07 Maret 2021 - 21:05:25 WIB
Penderita Kanker Serviks di Padang Terus Meningkat Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi momok menakutkan bagi kaum perempuan. Pada tahun 20218, kasus baru kanker serviks di RSUP M. Djamil Padang mencapai 400, tahun 2019 meningkat menjadi 500 kasus. Sementara tahun 2020 masih tahap pengumpulan data.

Hal itu diungkapkan Dokter Specialist Konsultan Onkologi Ginekologi, Dr. dr. Syamel Muhammad, SpOG K. Onk, dalam dialog dengan tema "Lindungi Diri dan Masyarakat Sekitar dari Kanker Serviks".

Baca Juga : 8 Cara Ampuh Mengatasi Asam Lambung saat Puasa

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"Angka itu khusus di M. Djamil saja. Mungkin kalau di Sumbar lebih banyak lagi, karena datanya berasal dari Dinas Kesehatan," kata Syamel.

Syamel menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun bahwa penyakit kanker serviks berada pada nomor urut 2 dibandingkan penyakit kanker lainnya. Urutan pertama, kanker payudara.

Baca Juga : Saran Ahli Gizi dalam Memilih Menu Sahur dan Buka Puasa

"Antara kanker payudara dan kanker serviks hampir sama banyak jumlah kasusnya. Tetapi kanker serviks berada urutan kedua," kata Syamel.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Syamel menyebutkan, seharusnya pencegahan kanker serviks yang dilakukan dengan deteksi dini tersebut bisa ditekan jumlah kasusnya. Tetapi kenyataan masih tinggi di Indonesia.

Baca Juga : Waspada, Kasus Positif Covid-19 Melambung Lagi di Batam

"Kanker serviks ini disebabkan oleh salah satunya karena infeksi virus. Kenapa angkanya terus menunjukkan tren peningkatan? Mungkin karena dulu belum ada data dan pelayanan juga masih kurang," ulas Syamel.

Sementara itu, Ketua Survisor Cancer dan CICS Kota Padang, Rika Feriyanti menilai, masyarakat masih kurang power terhadap penyakit kanker ini. Padahal pemerintah sudah melakukan sejumlah program, seperti vaksinasi Human papillomavirus atau HPV dan deteksi dini.

Baca Juga : Aduh, Terjadi Peningkan Lansia Meninggal Terpapar Covid-19 di Riau

"Mungkin karena kurangnya kesadaran dari masyarakat, apalagi untuk kanker serviks mereka malu untuk datang ke dokter, berobatnya juga sama dokter laki-laki. Jadi budaya malu masih ada pada masyarakat," kata Rika.

Selain itu, kata Rika, penyebab kurangnya masyarakat untuk pemeriksaan kanker ini kemungkinan karena jarak rumah sakit yang begitu jauh. Serta, mereka juga merasa dirinya sehat-sehat saja.

"Padahal untuk perempuan yang sudah menikah diwajibkan untuk melakuka IVA test," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]