Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini


Ahad, 07 Maret 2021 - 21:44:40 WIB
Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar, Nukhalis.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, jumlah penduduk miskin di provinsi itu bertambah 20.056. Menyikapi hal itu, DPRD Sumbar meminta pemerintah daerah fokus untuk menjalankan program dan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah.

"Dalam situasi pandemi ini, masuk akal jika tingkat kemiskinan Sumbar meningkat. Untuk itu, program strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat harus berjalan optimal," kata Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar, Nukhalis, baru-baru ini.

Baca Juga : Denda Pelanggar AKB di Sumbar Terkumpul Rp90 Juta

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Nukhalis mengatakan, agar program dan kegiatan berjalan optimal, pemerintah daerah mesti bersinergi dengan tenaga pendamping yang bekerja dan menjalankan teknis di lapangan.

Pada tahun 2021, fokus daerah kembali membangun pertembuhan ekonomi, bahkan alokasi pokok pikiran dewan juga direalisaikan untuk program pertanian dan perkebunan.

Baca Juga : Sumbar akan Bangun Flyover Sitinjau Lauik, Tahun Ini Mulai Urus Izin Lahan dan Hutan Lindung

Untuk sektor ini,  jangan setelah diberikan program dilepaskan. Pendampingan harus berjalan optimal, hingga dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Meski pada skala nasional meningkatnya angka kemiskinan terjadi menyeluruh, dibandingkan Sumbar masih pada garis kewajaran. Nukhalis mengatakan, sektor pertanian Sumbar menjadi salah satu andalan, jika ada masyarakat yang pulang dari luar daerah, penggarapan lahan pertanian merupkan salah satu pilihan untuk berinvestasi.

Baca Juga : Dua Kecamatan di Dharmasraya Masuk Zona Hijau

Investasi bidang pertanian tidak hanya menguntungkan secara pribadi namun juga masyarakat sekitar. 

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Sumbar Imral Adinansi mengatakan pengoptimalan pada sektor pertanian harus diperhatikan oleh pemerintah, pada pandemi Covid-19 melanda produksi gabah dan perkebunan tidak terlalu terdampak.

Baca Juga : Belasungkawa dari Pegawai sampai Pimpinan DPRD Solsel, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Meninggal

Penekanan kemiskinan harus dimulai dari sektor ini,  hingga pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan berimbas kepada kesejahteraan masyarakat.

Disisi lain, Imral juga menjelaskan koperasi salah satu unsur strategis dalam menggerakan poros perekonomian kerakyatan di daerah dan menekan angka kemiskinan.   

“Pemerintah harus andil dalam menyehatkan unsur itu, jika hal ini berjalan optimal akan menekan angka kemiskinan,” tegasnya.

Dilanjutkannya, pembangunan koperasi tidak hanya tugas pemerintah melainkan seluruh pihak terkait. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]