Menlu China Nyatakan Serius Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di ASEAN


Senin, 08 Maret 2021 - 07:25:31 WIB
Menlu China Nyatakan Serius Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di ASEAN Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi.

BEIJING, HARIANHALUAN.COM - China menyatakan siap membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin COVID-19, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi.

"China sudah mengirimkan vaksin COVID-19 kepada negara-negara ASEAN dan membantu Indonesia menjadi pusat vaksin yang bisa memenuhi kebutuhan negara-negara ASEAN," katanya dalam jumpa pers yang digelar di sela-sela Sidang Parlemen China di Beijing pada Minggu (7/3) waktu setempat, seperti dilansir detikcom dari Antara, Senin (8/3/2021).

Baca Juga : Bantah Soal Vaksinnya Kurang Manjur, China: Cuma Salah Paham

Wang mengatakan, China dan ASEAN telah membangun hubungan strategis dan menjadi mitra dialog selama 30 tahun. China dan ASEAN, kata dia, telah membangun konsep bersama tentang solidaritas dan saling membantu.

"Konfusius berkata, pada usia 30 tahun seseorang sudah bisa hidup mandiri. Setelah 30 tahun, China-ASEAN telah membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu, dan perlakuan setara untuk mencapai tujuan dan visi bersama menghadapi masa depan yang lebih cerah," kata Wang yang juga anggota Dewan Negara tersebut menanggapi pertanyaan Antara.

Baca Juga : Ucapkan Selamat Puasa, Joe Biden Sebut Muslim Telah Memperkaya Amerika

Wang menyebutkan, pada tahun lalu, Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadiri China-ASEAN Expo. Kemudian, dilanjutkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang yang menghadiri pertemuan para pemimpin China-ASEAN.

"Ini menunjukkan bahwa China sangat mementingkan kerja sama China-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN. Oleh sebab itu, kami bersedia bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik hingga 30 tahun mendatang," ujarnya.

Baca Juga : Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Nuklir Fukushima ke Laut

Dia menuturkan, untuk pertama kalinya ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China pada tahun lalu. Hal itu sekaligus mengungguli posisi Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Kami akan mempererat kerja sama dengan ASEAN yang saling menguntungkan lagi. Pola pembangunan baru akan disesuaikan dengan Kerangka Kerja Pemulihan Ekonomi Komperehensif ASEAN agar implementasi RCEP (Kemitraan Ekonomi Komperehensif Regional) lebih efektif lagi," kata Wang.

Baca Juga : Terkuak, Penyebab Peningkatan Kasus Covid-19 di India

Dalam jumpa ratusan awak media domestik dan asing dengan menggunakan video streaming di Media Center China itu, Wang juga menyinggung isu Laut China Selatan. Dia memastikan akan mempercepat konsultasi perihal Kode Etik Laut China Selatan.

"Kami akan memperkuat kerja sama dengan ASEAN untuk mengatasi hambatan-hambatan dan mempercepat konsultasi Kode Etik Laut China Selatan, secara aktif melaksanakan kerja sama maritim demi terpeliharanya perdamaian dan stabilitas kawasan dalam jangka panjang," ujarnya.

Sidang Parlemen China yang terdiri dari dua sesi, yakni Majelis Permusyawaratan Politik dan Kongres Rakyat Nasional, masing-masing dibuka pada Kamis (4/3) dan Jumat (5/3) di Balai Agung Rakyat, Beijing.

Sidang tahunan itu melibatkan 2.953 orang anggota parlemen dari Partai Komunis China dan perwakilan nonpartai. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]