Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor Perencanaan Pembangunan Sumbar


Senin, 08 Maret 2021 - 16:20:51 WIB
Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor Perencanaan Pembangunan Sumbar Rakorenbang Provinsi Sumbar 2021.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Belum optimalnya sarana prasarana pendidikan menengah, persoalan drainase, kerusakan jalan provinsi hingga kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional yang mendekati limit, menjadi diantara persoalan yang terungkap dalam Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Gubernuran, Senin (8/3/2021).

Rakor yang dipimpin langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldy ini dijadwalkan berlangsung secara marathon selama tiga hari hingga 10 Maret mendatang. 

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Pada hari pertama Rakorenbang ini, lima daerah mempresentasikan usulan-usulan pembangunannya. Diawali dengan Kota Padang Panjang, diikuti Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri menyampaikan, usulan dari bupati walikota adalah usulan yang mendukung visi misi dan program unggulan serta menjadi prioritas di daerah masing-masing. Selain itu, secara administrasi, rincian usulan pembangunan juga disampaikan ke Bappeda provinsi sehingga secara teknis usulan itu tetap dibahas.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

"Jadi nanti akan kita diskusikan dan minta arahan dari gubernur, mana usulan-usulan yang prioritas dan mana yang menjadi kewenangan masing-masing," jelas Hansastri.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam arahannya mendukung sejumlah usulan pembangunan yang diusulkan. Khususnya penataan sungai, drainase dan sampah di Bukittinggi agar diprioritaskan. 

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

"Bukittinggi ini kota wisata, kalau banjir dan sampah tidak dikelola dengan baik, malu kita. Nanti kita bagi, yang mana urusan daerah, provinsi dan pusat. Nanti kita buat MoU," kata Mahyeldi.

Dukungan serupa juga disampaikan Wakil Gubernur Audy Joinaldy khususnya pada pengembangan produk susu sapi di Padang Panjang. Termasuk juga usulan Kota Payakumbuh agar memperjuangkan Randang ke UNESCO sebagai warisan dunia.

Baca Juga : Gubernur Minta Sumbar Jangan Lagi Masuk Zona Merah Covid-19

"Terkait randang ini kita memang berpacu dengan Malaysia, walaupun disana orang minang juga tapi ini soal marwah bangsa Indonesia. Memang harus kita perjuangkan. Apalagi jika memang ada rencana pembuatan museum randang, itu akan menjadi yang pertama di dunia," tutur Audy.

Dijadwalkan untuk Rakor, Selasa (9/3/2021) besok adalah Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan. Dilanjutkan Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok, dan Kota Solok. (*)

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]