20 Kasus Kekerasan Perempuan Terjadi hingga Februari 2021 di Sumbar


Senin, 08 Maret 2021 - 19:51:56 WIB
20 Kasus Kekerasan Perempuan Terjadi hingga Februari 2021 di Sumbar Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Nurani Perempuan Women's Crisis Center (WCC) mencatat telah menerima 20 lebih laporan kekerasan perempuan di Sumbar hingga Februari 2021. Sebagian besar tindak kekerasan tersebut berbentuk kekerasan seksual dan sebagian diantaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Direktur Nurani Perempuan Women's Crisis Center Merry Yenti mengatakan ditahun 2020, pihaknya telah menangani hingga 94 dugaan kekerasan terhadap perempuan. Rinciannya,  sebanyak 54 kekerasan seksual, sisanya merupakan kasus KDRT, perdagangan dan lainnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Sedangkan, dalam rentang waktu dua bulan ditahun 2021 sudah ada lebih 20 laporan kekerasan perempuan di Sumatera Barat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah hingga pusat diharapkan segera mengambil langkah cepat terkait kondisi ini.

“Hal ini memperlihatkan kepada kita tindak kekerasan terhadap perempuan di Sumbar belum dapat ditekan,” kata Merry Yenti, Senin (8/3/2021).

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Merry Yenti menyebutkan, sejauh ini kekerasan perempuan sangat berdampak terhadap para korban terutama psikis korban sendiri. Dirinya mengajak masyarakat bersama organisasi masyarakat sipil di Sumatera Barat.

"Untuk mendorong pemerintah dalam pengesahan rancangan undang-undang (RUU) penghapusan kekerasann perempuan menjadi undang-undang secepatnya," kata Merry lagi.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

Sebelumya, Nurani Perempuan mencatat, ada sekitar 105 kasus kekerasan perempuan yang didampingi oleh lembaga layanan pada tahun 2019 lalu. Pada bulan November 2020 tercatat ada 80 kasus di Sumatera Barat (Sumbar), paling banyak terjadi di Kota Padang. Dari angka 80 tersebut kasus tertinggi yaitu kekerasan seksual.

"Kami mencatat sampai November tahun 2020 ini ada 80 kasus dan yang paling tinggi kekerasan seksual. Terbagi dari 30 pemerkosaan, pelecehan seksual ada 41 kasus, eksploitasi seksual ada 3 kasus, dan sodomi 1 kasus, kekerasan berbasis gender online 5 kasus," katanya saat menjadi narasumber disalah satu TV lokal dengan tema "Kontroversi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual", dilansir Harianhaluan.com, Senin (14/12/2020).

Baca Juga : Gubernur Minta Sumbar Jangan Lagi Masuk Zona Merah Covid-19

Rahmi menambahkan, berarti lebih dari 40 kasus kekerasan seksual yang didampingi oleh Nurani Perempuan tahun 2020. Angka ini baru korban yang melapor saja dan tentunya yang tidak melaporkan lebih banyak lagi. Apalagi kekerasan berbasis gender marak terjadi saat ini.

"Kekerasan rumah tangga yang dicatat Nurani Perempuan ada 28 kasus, yang kita sayangkan korban tidak sampai ke lembaga layanan padahal pemulihan itu penting karena beberapa kasus di rumah tangga tidak selalu sampai ke proses hukum tapi bagaimana perempuan dapat penguatan untuk kasus itu," ucapnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]