DPRD Batam Minta Pembangunan Tower SUTT Dihentikan Sementara


Senin, 08 Maret 2021 - 20:04:25 WIB
DPRD Batam Minta Pembangunan Tower SUTT Dihentikan Sementara RDP masalah pembangunan SUTT Bright PLN Batam di Komisi III DPRD Kota Batam, Senin (8/3/2021). (damri/haluankepri.com)

BATAM,HARIANHALUAN.COM-Rapat Dengar Pendepat (RDP) digelar Komisi III DPRD Kota Batam, provinsi Kepri  dengan  Bright PLN Batam, BP Batam, Camat Batam Kota dan sejumlah perwakilan warga perumahan Bandara Mas Batam Kota, Senin (8/3/2021).

Dalam rapat  tersebut DPRD  meminta penghentian sementara  pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik Bright PLN Batam, sampai adanya mediasi kesepakatan dengan warga yang terdampak dan penolakan proyek tersebut.

Baca Juga : SPI Sumbar Desak Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria

“Sebelum ada hasil mediasi yang kongkret, kami minta proses pembangunan tower SUTT itu dihentikan terlebih dahulu, guna untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean seperti dilansir haluankepri.com (Haluan Media Grup)

Dikatakan Werton, pihaknya dari Komisi III DPRD Kota Batam juga sepakat apabila dibutuhkan dan dilibatkan untuk mediasi itu, guna mencapai tujuan dari mediasi tersebut berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada.

Baca Juga : Duh, Sampah Menumpuk Setelah Dipasang Plang Larangan

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam Arlon Veristo, pekerjaan tower SUTT itu tidak boleh dilanjutkan sampai ada titik temu dengan masyarakat setempat.

“Sekarang ini tidak ada lagi zamannya main preman dan main kekerasan untuk melakukan pembangunan. Sekarang ini zaman sudah maju, jika ada masalah maka untuk menyelesaikannya dengan dirumbukan secara baik-baik,” tegas Arlon.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat mengatakan, Batam adalah daerah heterogen.

“Jadi kita sangat menyayangkan perusahaan yang notabenya adalah milik negara tetapi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya menyewa oknum-oknum preman,” ujar politisi PKS itu.

Pihaknya sangat yakin warga Batam saat ini cerdas-cerdas dan jika proyek yang akan dilakukan itu disosialisasikan dengan baik maka masyarakat akan menerimanya.

“Apalagi aturan dari SUTT itu sudah ada jarak amannya. Mungkin selama ini tidak ada dilakukan sosialisasi, jadi pihak PLN memaksakan kehendaknya. Kami minta pengerjakan SUTT ini harus distop dulu dan rembukan dulu dengan warga yang terdampak,” pungkasnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluankepri.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]