Sumbar Butuh Jalan Tol Padang - Pekanbaru


Senin, 08 Maret 2021 - 22:56:23 WIB
Sumbar Butuh Jalan Tol Padang - Pekanbaru Brian Putra Bastara.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Calon Ketua Umum (Caketum) Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indoensia (HIPMI) Sumbar periode 2021-2024, Brian Putra Bastara ikut merespon terkait pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang kini terancam mangkrak.

Pasalnya, pemerintah daerah masih berkutat pada masalah pembebasan lahan yang belum selesai hingga kini.

Baca Juga : Denda Pelanggar AKB di Sumbar Terkumpul Rp90 Juta

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Menurut CEO Haluan Media Group itu, saat ini Sumbar sangat membutuhkan jalan tol. Lantaran, jalan lintas provinsi yang ada sekarang tidak memadai lagi. Di samping medan jalan lintas yang cukup berat, menanjak dan tikungan tajam, menimbulkan kepadatan arus transportasi semakin tinggi.

"Makanya, tidak heran jika kemacetan sudah lazim setiap akhir pekan. Jadi solusi untuk mengatasi hal itu adalah dengan pembangunan jalan tol," kata Brian, Senin (8/3/2021).

Baca Juga : Sumbar akan Bangun Flyover Sitinjau Lauik, Tahun Ini Mulai Urus Izin Lahan dan Hutan Lindung

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Brian berpendapat, kekhawatiran masyarakat terhadap pembangunan jalan tol yang dianggap bisa mematikan usaha disepanjang jalan lintas sekarang tidak perlu disikapi berlebihan.

Pasalnya menurut Brian, geografis dan keunggulan yang dimiliki Sumbar berbeda dengan daerah lain. Provinsi ini merupakan daerah perdagangan, pendidikan, agrobisnis, agrowisata dan pariwisata alam pastinya. 

Baca Juga : Dua Kecamatan di Dharmasraya Masuk Zona Hijau

Keunggulan keindahan alam Sumbar dan didukung  perdagangan produk hasil UMKM dengan sendirinya menuntut pengunjung melintasi jalan lintas provinsi dan daerah kabupaten/kota di Sumbar.

"Nah, masyarakat ataupun wisatawan akan tetap menempuh jalan lintas. Karena ingin berbelanja menikmati perjalanan, objek wisata, kuliner dan lainnya. Jadi, yang ingin berkunjung akan tetap melintasi jalan lintas selama ini. Sedangkan yang perlu akses cepat ke luar ke Riau baru jalan tol," ujar Brian.

Baca Juga : Belasungkawa dari Pegawai sampai Pimpinan DPRD Solsel, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Meninggal

Brian menambahkan, jika Sumbar memiliki tol maka akan berfungsi untuk mempercepat akses masyarakat sekitar ataupun wisatawan. Tentunya akses untuk kepentingan bisnis, dinas dan sebagainya.

"Dengan demikian, otomatis kepadatan jalan lintas selama ini padat, rawan longsor dan macet total saat lebaran bisa terurai," tukas Brian.

Selain itu, Brian juga menilai, jalan tol ini akan sangat besar manfaatnya bagi pertumbuhan ekonomi yang berguna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar. Biaya logistik berkurang sehingga berputaran ekonomi pun menjadi tinggi dan daya saing pun meningkat.

Sebelumnya, PT. Hutama Karya, memastikan berita tentang dihentikannya pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru pada seksi I Padang-Sicincin sepanjang 36,6 kilometer tidak benar. Project Director Jalan Tol Padang-Sicincin PT Hutama Karya, Marthen Robert Singal menegaskan, pihaknya tetap melanjutkan pengerjaan jalan tol pada lahan yang sudah dibebaskan.

"Intinya PT. Hutama Karya bukan menghentikan pembangunan, tapi hanya akan mengerjakan pada lahan yang sudah dibebaskan, jika tersedia kelebihan sumber daya, maka akan dilakukan refocusing ke ruas lain yang lebih siap lahannya," ucap Marthen, Sabtu (6/3/2021).

Marthen menjelaskan, dengan kemampuan sumber daya dan kemampuan ekuitas yang sangat terbatas, maka PT. Hutama Karya diminta melakukan refocusing pada ruas-ruas yang lebih siap, sehingga hasilnya bisa lebih cepat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Dengan keterbatasan lahan yang ada mengakibatkan produktivitas rendah sehingga biaya overhead BUJT dan Main Kontraktor menjadi tinggi. Biaya bunga selama masa konstruksi dan biaya eskalasi akan semakin mahal serta biaya supervisi dan pengawasan konsultan bertambah sehingga menjadi tidak efektif dan efisien," tambah Marthen.

Selain itu, menurut Marthen, Hal-hal tersebut di atas juga akan berdampak pada meningkatnya total biaya investasi, mengakibatkan tarif tol per-km menjadi lebih mahal dan nantinya menimbulkan beban pada masyarakat pengguna jalan tol. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]