Dharmasraya Programkan Pengembangan Literasi Adat Istiadat Melalui Taman Budaya


Selasa, 09 Maret 2021 - 17:25:06 WIB
Dharmasraya Programkan Pengembangan Literasi Adat Istiadat Melalui Taman Budaya Ilustrasi

PULAU PUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memprogramkan pengembangan literasi tentang pendidikan adat istiadat melalui Taman Budaya. 

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan SE, di Pulau Punjung, Selasa (09/03), mengatakan selain literasi budaya, program tersebut juga dapat membuka ruang sekaligus menjadi wadah bagi pelaku seni baik tradisional maupun kontemporer. 

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di harianhaluan.com

Menurutnya, pemusatan kegiatan bernuansa budaya diyakini juga dapat memicu pertumbuhan industri kepariwisataan berbasis kerakyatan, karena setiap iven kebudayaan atau atraksi kesenian tradisi dan lain sebagainya itu bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya yang menggeluti sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

"Sebagaimana lazimnya sebuah upaya pengembangan potensi wisata, ketersediaan pertunjukan kesenian bernuansa budaya adalah salah satu daya tarik bagi pengunjung. Itu artinya akan ada terjadi interaksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa kepariwisataan, " ulasnya. 

Jika terkelola baik, lanjutnya, multiplier efek yang terjadi bukan hanya akan menyentuh langsung terhadap peningkatan perputaran uang secara lokal, namun juga akan memberikan penambahan nilai terhadap pendapatan daerah. 

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Ia mengatakan, jika dilihat dari posisi daerah itu yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau dan Jambi, keberadaan taman budaya tersebut memiliki arti penting sebagai ikon daerah dan dapat menjadi penarik minat kunjungan wisatawan. 

"Saat ini rancangan infrastruktur dan program pembangunan sudah diarahkan ke arah itu, sehingga menjadikan Kabupaten Dharmasraya sebagai pintu gerbang Sumatera Barat dari arah selatan bisa terlaksana dengan baik dan mendatangkan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat banyak, " tutupnya. 

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Sebelumnya, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengalami pertumbuhan cukup pesat sejak empat tahun terakhir. 

"Berdasarkan data pertumbuhan pelaku UMKM oleh dinas terkait, hingga pertengahan 2020 populasinya sudah mencapai 10.017 pelaku usaha atau naik hampir dua kali lipatnya dari 2016 dengan populasi sebanyak 5.188 orang," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) setempat, Andi Sumanto, di Dharmasraya, Sabtu (10/10). 

Menurutnya, dari data tersebut lompatan pertumbuhan terbesar terjadi pada kurun 2017 hingga 2019 dengan kenaikan rata-rata mencapai 1.500 orang pelaku usaha. (*)

Kondisi tersebut, lanjutnya, terlihat berbanding lurus dengan penurunan persentase jumlah penduduk miskin dengan acuan persentase terbaru sudah berada pada posisi 6,29 dari total jumlah penduduk atau lebih rendah dari persentase jumlah penduduk miskin secara nasional, yakni 9,22 persen.

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]