Wah, BPBD Sebut 8 Kabupaten di Jatim Rawan Tsunami Tinggi


Ahad, 14 Maret 2021 - 11:30:32 WIB
Wah, BPBD Sebut 8 Kabupaten di Jatim Rawan Tsunami Tinggi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - BPBD Jatim mengeluarkan imbauan bahwa ada 8 kabupaten yang masuk daerah rawan tsunami kategori tinggi. Tsunami sewaktu-waktu bisa terjadi apabila ada gempa bumi dengan kekuatan di atas 6,5 SR.

"Jadi di Selatan Jawa Timur itu ada 8 kabupaten berdasarkan banyak kajian dari BMKG, BNPB. Selatan Jatim itu zona rawan bencana tsunami kategori tinggi, termasuk itu rawan daerah bencana gempa bumi tinggi," ujar Gatot Soebroto, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim saat dikutip dari detikcom, Minggu (14/3/2021).

Baca Juga : Stok Cukup, Menkes Instruksikan Pemda Genjot Lagi Vaksinasi

Gatot menjelaskan, 8 daerah di Selatan Jatim rawan tsunami disebabkan oleh megathrust. Di mana setiap tahun, ada lempeng yang bergerak di zona itu.

"Karena di Selatan Jawa ada megathrust. Itu pertemuan lempeng, setiap saat bergerak. Sekitar 7 mm per tahun bergerak," jelasnya.

Baca Juga : Berduka Atas Wafatnya Tengku Zulkarnain, UAS: Makin Sunyi Jalan Ni Ku Rasa

Menurut Gatot, pemicu tsunami terjadi yakni diawali gempa dengan kekuatan di atas 6,5 SR dan kedalaman dangkal. Sementara, di Selatan Jawa juga dibagi dalam beberapa segmen.

"Zona Selatan itu dibagi beberapa segmen. Segmen Jawa Barat, Yogja, kemudian segmen Jatim. Kita ada beberapa segmen yang berpotensi tsunami kalau itu bergerak," katanya.

Delapan kabupaten yang rawan tsunami dengan risiko tinggi menurut BPBD Jatim yakni Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan.

Gatot menambahkan, bila terjadi gempa dengan kekuatan mencapai 8,2 SR di 8 kabupaten tersebut, maka ketinggian tsunami di garis pantai bisa mencapai 11-15 meter.

"Tsunami akan datang 25 sampai 29 menit sejak gempa pertama. Jadi terjadi perbedaan permukaan deformasi. Air sampai ke darat berdasar aplikasi inaris, simulasi itu bisa sampai 3 KM masuk ke darat. Tapi berdasar historis dari Banyuwangi 1994 lalu, air masuk ke darat 800 meter sampe 1 KM. Sampai ke daratan tingginya tentu turun, topografi wilayah juga tentu berpengaruh," pungkasnya. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]