IDI Sumbar: Penerima Vaksin Tak Tutup Kemungkinan Terpapar Covid-19, Tetap Patuhi Prokes


Selasa, 16 Maret 2021 - 18:37:59 WIB
IDI Sumbar: Penerima Vaksin Tak Tutup Kemungkinan Terpapar Covid-19, Tetap Patuhi Prokes Vaksin tiba di Padang. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar, dr. Pom Harry Satria mengingatkan kepada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 didalam kehidupan sehari-hari.

"Sebab tidak menutup kemungkinan penerima vaksin Covid-19 masih dapat terpapar Covid-19," kata dr. Pom.

Baca Juga : Melalui Si Jadoel, Inovasi untuk Tingkatkan Pemahaman Peserta JKN – KIS di Masa Pandemi

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

dr. Pom menjelaskan, orang yang divaksin bukan berarti kebal terhadap paparan Covid-19. Namun tingkat keparahan atau kesakitan akan jauh lebih ringan tiga kali lipat dibandingkan orang yang belum divaksin Covid-19.

"Iya bisa saja terpapar, tetapi tingkat keparahannya akan jauh berkurang," sebut dr. Pom.

Baca Juga : Ketua KNPI Padang: Pemuda harus Lebih Aware dengan Jaminan Kesehatan dan Dukung Program Mulia JKN – KIS

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Menurut dr. Pom, mereka yang terpapar usai divaksinasi biasanya karena belum munculnya kekebalan tubuh secara sempurna. Setidaknya dibutuhkan waktu 14 hingga 28 hari setelah penyutikan ulang vaksin Covid-19 dosis kedua, dalam mencapai terbentuknya kekebalan tubuh secara sempurna.

"Itulah gunanya booster atau vaksin dosis kedua agar pencapaian ambang harapan yang diinginkan maksimal," tutur dr. Pom.

dr. Pom juga meminta agar semua pihak meluruskan terlebih dahulu pemahaman terkait vaksinasi. Sebab tujuan vaksinasi adalah membangun imunitas tubuh, dengan harapan kondisi akan jauh lebih kuat ketika tepapar Covid-19.

"Ketika imunitas telah terbangun, kita akan berada pada kondisi yang lebih kuat, sehingg dampaknya saat terpapar Covid-19, kondisi kita tidak dalam kondisi sakit," ujar dr. Pom.

dr. Pom berharap agar masyarakat usai melakukan vaksinasi tidak serta merta mengabaikan protokol kesehatan. Disiplin menerapkan protokol kesehatan masih menjadi kunci dalam menghadapi pandemi hingga terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunnity.

Sebelumnya, dr. Pom Harry Satria menjelaskan, vaksin merupakan suatu upaya dalam menangani Covid-19 termasuk di Indonesia. Saat ini berlangsung uji klinis pengembangan vaksin merah putih.

Menurut dr. Pom, Sinovac telah dilakukan uji klinis fase 3 di Bandung membuktikan efikasi Coronavac ini adalah 65,3%. Artinya orang divaksinasi memiliki risiko hampir 3 kali lebih rendah untuk mengalami Covid-19 yang bergejala, dibandingkan orang yang tidak divaksinasi.

"Risiko untuk mengalami kematian bahkan lebih rendah lagi," tegas dr. Pom saat menjadi narasumber pada diskusi publik dengan tema "Apa dan Bagaimana Pasca Vaksinasi" di Padang, Kamis (21/1/2021) kemarin.

dr. Pom menambahkan, hal ini seperti isolat virus yang bertransmisi di Indonesia sudah dilaksanakan persiapan mulai dari logistik penyimpanan vaksin hingga proses distribusi vaksin keseluruh provinsi di Indonesia. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]