Yah.., Beginilah Prostitusi Online di Kota Pekanbaru


Kamis, 18 Maret 2021 - 16:09:09 WIB
Yah.., Beginilah Prostitusi Online di Kota Pekanbaru Para pelaku prostitusi online michat yang berhasil ditemui haluanriau.co beberapa waktu lalu. (Foto Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Suatu fenomena yang semakin meresahkan masyarakat di Kota Pekanbaru, Riau adalah semakin  maraknya prostitusi online melalui Aplikasi Michat

Wanita tuna susila tersebut menjajakan diri mereka melalui media sosial Michat. Mereka stay dibeberapa hotel yang ada di kota Pekanbaru, mulai dari hotel kelas melati sampai hotel berbintang yang dijadikan tempat mereka menjajakan diri.

Baca Juga : Dilema Penjual Telur Gulung di Padang saat Pandemi Covid-19

Bahkan seolah ada suatu hotel memfasiltasi mereka dengan menyewakan harga kamar lebih murah dibandingkan tamu lainnya.

Soal harga meraka mematok secara bervariasi, tergantung kesepakatan melalui catting di Aplikasi Michat.

Baca Juga : Malamang, Tradisi Lebaran yang Tak Dimakan Waktu

Soal harga meraka mematok secara bervariasi, tergantung kesepakatan melalui cating di Aplikasi Michat, “Cocok angkut, “ tulis salah satu akun Michat bernama Clara seperti dilansir haluanriau.co (Haluan Media Group), Kamis (18/3/2021).

Mawar (17) dan Melati (16) yang merupakan PSK online melalui Aplikasi Michat mengatakan pada awak media, kalau mereka stay disalah satu hotel kelas melati di Kota Pekanbaru, soal harga mereka mematok harga di angka Rp 500.000.

Mereka berdua mengaku tidak menggunakan jasa mami, karna kalau ada mami harus menyetor lagi uang kepada sang mucikari.

“Lebih baik sendiri aja, uang yang dari pelanggan untuk kita sendiri dan uang keluar hanya untuk sewa kamar hotel saja," tuturnya.

Ditanya kenapa menjalankan pekerjaan seperti itu, mereka menjawab kompak dengan alasan ekonomi.

"Cari kerjaan susah sekarang, apalagi kami tidak berpendidikan," tambahnya.

Tak jarang mereka yang menjajakan diri secara online tersebut melakukan penipuan terhadap pasiennya, seperti meminta ditransfer DP terlebih dahulu dan pada akhirnya hilang komunikasi, dan lelaki hidung belang banyak yang merasa tertipu.

Beberapa hari yang lalu Kota Pekanbaru sempat dihebohkan oleh ulah seorang PSK yang menjajakan dirinya melalui Aplikasi Michat dan berakhir tragis yang menyebabkan si wanita PSK terkena tembakan peluru salah seorang pelanggannya yang merupakan salah seorang oknum anggota Polri.

Kejadian tersebut menjadi dilema di Kota Bertuah, dan menjadi pekarjaan rumah (PR) bagi pemerintah Kota Pekanbaru dan juga pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, agar hal serupa tidak terulang lagi untuk kedepannya dan jangan sampai ada korban jiwa.

 

Ironisnya lagi, para pelaku diprostitusi online ini banyak juga dilakukan oleh mereka mereka yang masih di bawah umur, dan haluanriau.co juga sudah pernah memancing dan meminta keterangan dari mereka, apa yang menyebabkan mereka terjerumus dalam prostitusi online tersebut.

Memang sebagian besar dari mereka beralasan bahwa itu mereka lakukan karena terhimpit persoalan ekonomi, namun ada yang juga yang melakukannya karena awalnya dipaksa dan sekarang tidak bisa bebas dari orang yang memaksa mereka tersebut.

Dan, beberapa hari lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, yang mana umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa.  Jangan sampai bulan yang penuh berkah tersebut dikotori oleh aktifitas yang dapat mengganggu kekhusukan umat muslim dalam beribadah.(*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]