Bakal Ada Ratusan Kepala Daerah Tanpa Pilihan Rakyat


Rabu, 24 Maret 2021 - 22:40:55 WIB
Bakal Ada Ratusan Kepala Daerah Tanpa Pilihan Rakyat Bustami Narda

Bakal ada ratusan Kepala Daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota di Indonesia yang akan habis masa jabatannya menjelang tahun 2024 nanti. Padahal sesuai rencana semula, harusnya tahun 2022 ada Pilkada serentak. Banyak yang mengkhawatirkan akan terganggu jalan demokrasi  saat Pemilu, Pilpres dan Pilkada serentak yang sekali sejalan akan dilangsungkan tahun 2024 nanti.

Oleh: Bustami Narda

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Sebab, ratusan pengganti Gubernur, Bupati dan Walikota yang habis masa jabatannya di tahun 2022 dan  2023 nanti itu hanya Pejabat Sementara (PJS) atau Penjabat(PJ) yang ditunjuk dan disetujui oleh Pemerintah, baik Presiden maupun Menteri Dalam Negeri(Mendagri). Yang menjadi kekhawatiran banyak pihak akan tersendat proses demokrasi saat Pilkada serentak tahun 2024 nanti.

Karena, Pemilu Legislatif(Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) akan dilangsungkan sekaligus semuanya di saat ratusan Kepala Daerah dipegang para PJS atau PJ terebut. Alasannya, pertama karena PJS atau PJ Kepala Daerah itu tidak bisa mengambil keputusan yang sifatnya penting, urgen atau prinsip.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Kedua, karena Kepala Daerah tidak pilihan rakyat tetapi pilihan Pemerintah Pusat, dan lagi pula Aparatur Sipil Negara(ASN) atau dari pejabat struktural.  Pemerintah sangat dimungkinkan ada yang mengkhawatirkan akan sulit netralitasnya bisa dijamin. Sebagai seorang ASN dan pejabat struktural Pemrintah, sangat dimungkinkan PJS atau PJ Kepala Daerah itu punya loyalitas ke atasannya, Mendagri dan Presiden, bukan kepada rakyat.

Ketika loyalitasnya tegak lurus kepada atasannya, dan tidak merasa pernah dipilih rakyat. Sangat mustahil dia bisa menolak arahan atasannya tentang siapa yang akan dimenangkan dalam Pilpres, Pileg dan Pilpres nanti. Kita tentu belum lupa bagaimana sebagian Menteri terkesan keberpihakannya saat pesta demokrasi yang lalu. Karena itu, Pilkada serentak tahun 2022 sungguh sangat penting dilaksanakan.

Sebab, dengan adanya Pilkada serentak tahun 2022, Gubernur, Bupati dan Walikota yang habis masa jabatannya menjelang tahun 2024, tidak akan membuat terjadinya ratusan Kepala Daerah tanpa pilihan rakyat saat berlangsung  tiga jenis pesta demokrasi sekaligus tahun 2024 nanti. 

Jadi, dari pada menyelesaikan berbagai bentuk  protes atas ketidakpuasan masyarakat dari hasil Pilkada serentak, Pileg dan Pilpres nanti, tentu lebih baik memperkecil peluang dugaan kecurangannya debgan mengadakan Pilkada serentak tahun 2022 nanti. (*)

Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]