Tidak Ada Tempat untuk Terorisme


Senin, 29 Maret 2021 - 16:37:16 WIB
Tidak Ada Tempat untuk Terorisme Anggota DPR RI Fraksi Partai PAN, Athari Gauthi Ardi

Saya mengucapkan turut berduka untuk semua korban dan pihak yang dirugikan atas pengeboman yang terjadi di komplek Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar pada hari Minggu (28/3/2021) kemarin. 

Oleh: Anggota DPR RI Fraksi Partai PAN, Athari Gauthi Ardi

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

PADANG, HARIANHALUAN.COM -  Kita semua mengutuk tindakan keji terorisme itu karena tidak ada satupun ajaran agama yang membenarkan tindakan keji seperti itu. Saya secara pribadi mengecam dan mengutuk tindakan terorisme.

Setiap tindakan terorisme dan radikalisme tidak layak mendapat tempat di ruang manapun di Indonesia. Namun, yang menjadi masalah adalah paham radikal itu terus berkembang di sekitar kita tanpa kita sadari. Upaya untuk menekan kemunculan dan beroperasinya paham radikal ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja seperti pemerintah. Upaya ini membutuhkan sinergi dari masyarakat yang kompleks beserta dengan pemerintah, agar tidak ada ruang yang bisa ditumbuhi paham radikal yang nantinya berujung pada tindakan terorisme.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Setiap elemen negara, termasuk masyarakat juga harus terlibat dalam upaya preventif terhadap paham radikalisme dan terorisme ini. Bahkan di lingkup terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Pada dasarnya, kita sudah memiliki perangkat regulasi yang berbicara tentang terorisme, UU Nomor 5 Tahun 2018, misalnya. Sekarang yang kita butuh adalah tindakan-tindakan yang massif, mulai dari pencegahan hingga penanganan.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Kita akan dorong pihak terkait dan berwenang untuk terus mengusut jaringan-jaringan terorisme ini dan akan kita cabut hingga ke akarnya. Tidak boleh ada lagi celah untuk paham tersebut tumbuh. Negara tidak akan main-main dengan pelaku ataupun jaringan terorisme. Barangkali bukan hanya Indonesia yang bersikap demikian, tapi seluruh negara di dunia mengecam setiap tindakan terorisme. Terorisme adalah musuh bersama, karena tindakannya ketentraman segala pihak terganggu. Menebar ketakutan di masyarakat, mengganggu keamanan negara.

Mereka seperti tikus-tikus yang ingin menebar teror di atas sebuah kapal yang sedang berlayar, jika memang harus di buang ke laut, maka kita buang. Saya ingin menyampaikan bahwasanya upaya pengusutan terhadap jaringan terorisme, termasuk juga tindakan-tindakan preventif akan terus kami dorong di parlemen. Rasa aman warga negara harus dijamin oleh negara.

Ini adalah hal pokok dan mendasar yang harus diberikan negara untuk setiap warganya. Di samping itu, saya juga mengajak masyarakat untuk juga terlibat mengambil peran dalam melakukan tindakan-tindakan pencegahan terhadap paham radikal dan tindakan terorisme. Terorisme adalah musuh bersama, bersama kita lawan paham radikal dan tindakan terorisme.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]