Persiapan Pemilu 2024, Bawaslu Publikasikan Hasil Pengawasan Pilkada


Selasa, 30 Maret 2021 - 21:34:20 WIB
Persiapan Pemilu 2024, Bawaslu Publikasikan Hasil Pengawasan Pilkada Bawaslu Pasaman saat menggelar publikasi pengawasan pemilu kepada para stakeholder.

LUBUK SIKAPING, HARIANHALUAN.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, publikasikan hasil pengawasan Pilkada serentak 2020 kepada stake holder, bertempat di kantor Bawaslu setempat, Selasa (30/3/2021).

Hadir, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, Komisioner Bawaslu Provinsi Sumbar, Vifner, Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita beserta komisioner Kristian, Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi, unsur Forkompimda dan SOPD terkait.

Baca Juga : Kecuali Inhu dan Rohul, 6 Kepala Daerah di Riau Serentak Dilantik 26 April

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita mengatakan, kordinasi dan komunikasi yang intens dengan pemerintah daerah beserta stake holder menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan pilkada 2020 di kabupaten itu.

"Maka, lewat coffee morning ini kami (Bawaslu) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab dan seluruh mitra kerja karena telah mendukung dan ikut menyukseskan penyelenggaran pemilu sehingga dapat berjalan dan terlaksana dengan baik," katanya.

Baca Juga : Pilkada 2020 Sukses, Wabup Sabar Puji Kinerja Pengawasan Bawaslu

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Rini menambahkan, bahwa hasil data-data pengawasan pemilu oleh jajaran bawaslu mulai dari tingkat bawah perlu dipublikasikan kepada stakeholder. Menurut Rini, hal itu sangat penting sebagai bahan perbaikan untuk pemilu mendatang.

"Tugas penyelenggaraan pengawasan oleh Bawaslu itu dilakukan mulai dari tahapan pemutakhiran data sampai dengan pungut hitung dilakukan. Dan, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Namun, ada beberapa kelemahan dan kendala yang harus segera diperbaiki untuk pemilu mendatang," ucap Rini.

Baca Juga : MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di Inhu dan Rohul

Pada tahapan pemutakhiran data pemilih, kata Rini, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran oleh petugas PPDP saat itu. Padahal, menurut Rini, difase pemutakhiran ini lah hal paling krusial dalam penyelenggaraan pemilu.

"Kita menemukan jumlah rumah tidak ditempeli stiker dan ada warga yang tidak dicoklit oleh petugas PPDP, pemilih ganda dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga : Jadi Bupati Solok Terpilih, Epyardi Asda Siap Mengabdi di Kampung Halaman

Pihaknya, kata dia, selama penyelenggaran pilkada lalu juga menemukan sejumlah pelanggaran baik dilakukan oleh penyelenggara, paslon maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Totalnya kata Rini, ada sebanyak 13 jenis pelanggaran.

"Adapun 13 temuan pelanggaran diantaranya, pelanggaran netralitas ASN, pelanggaran kode etik penyelenggara," katanya.

Pada tahapan pungut itung pun, kata Rini, pihaknya menemukan adanya pemilih yang menggunakan hak pilihnya diluar ketentuan. Sehingga menyebabkan terjadinya pemilihan suara ulang (PSU) di dua kecamatan.

"Di Panti dan Padang Gelugur, ada ditemukan pemilih menggunakan hak pilihnya diluar ketentuan. Sementara pemilih itu bukan terdaftar sebagai pemilih di TPS itu. Bawaslu pun selanjutnya mengusulkan kepada KPU untuk dilakukan PSU," katanya.

Meski pelaksanaan pilkada 2020 dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, menurut Rini, semua tahapan dapat berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada menimbulkan kluster pemilu.

"Dan, alhamdulillah nya lagi tugas tugas pengawasan masih dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan cluster covid," katanya. (*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]