Perajin Batu Nisan di Padang Kebanjiran Pesanan Selama Pandemi Covid-19


Ahad, 04 April 2021 - 18:52:58 WIB
Perajin Batu Nisan di Padang Kebanjiran Pesanan Selama Pandemi Covid-19 Perajin batu nisan di Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Usaha batu nisan di Kota Padang, Provinsi Sumbar merupakan salah satu bisnis yang tidak terdampam pandemi virus Corona atau Covid-19. Bahkan saat pandemi merebak terjadi peningkatan sampai 10 persen terhadap pemesanan batu nisan.

Seperti yang ungkapkan Ujang, salah satu perajin batu nisan di Koto Tangah. Dia mengaku hampir setiap hari pemesanan batu nisan datang ke tempat usahanya. Bahkan kata Ujang, dalam kurun waktu 1 (satu) Minggu dia bisa menjual 8 (delapan) batu nisan. 

Baca Juga : Aktifitas Balimau di Padang Dibubarkan Polisi

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Pemesanannya pun beragam, ada yang memesan lengkap dengan box dan lingkarannya maupun hanya batu nisan tegak sepasang.

"Kalau hanya tulisan yang berdiri itu Rp500 ribu. Kalau yang besar lengkap dengan box mulai dari Rp3 juta dan Rp3,5 juta tapi ada juga yang Rp1,8 juta" kata Ujang, Minggu (4/4/2021).

Baca Juga : Akibat Covid-19, Jumlah Pengunjung Museum Adityawarman Padang Hanya 17 Ribu Per Tahun

Menurut Ujang, jika mereka dari kalangan ekonomi menengah ke bawah lebih memilih harga yang murah. Kalau dari kalangan orang berada pesan yang harga tinggi.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Harganya bervariasi tergantung ukuran dan modelnya. Mulai Rp500 ribu sampai Rp3,5 juta," ucap Ujang.

Baca Juga : Bulan Ramadan, Rutan Klas II B Padang Gelar Pesantren untuk Warga Binaan

Selain itu, sambung Ujang, kerajinan batu nisa buatannya tidak hanya dipesan dari warga Padang saja. Namun juga dibawa ke luar daerah, seperti Kabupaten Padang Pariaman, Solok, dan Kota Padang Panjang.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar melalui website resminya merilis data terbaru perkembangan Covid-19 pada Sabtu (27/3/2021). Berdasarkan data tersebut, didapati penambahan pasien yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Baca Juga : Jelang Safari Ramadan, Hendri Septa Berikan Arahan Pada 66 Pengurus Masjid dan Musala

Dari jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 598.228 dan orang yang diperiksa dengan total 407.838 diketahui bahwa total pasien yang dinyatakan meninggal dunia menjadi 682 orang.

Hal tersebut dikatakan oleh Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal.

"Persentase pasien yang meninggal dunia menjadi 2,18 persen," katanya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]