Virus Covid-19 dan Tuberkulosis, Mana yang Lebih Bahaya?


Selasa, 06 April 2021 - 18:30:39 WIB
Virus Covid-19 dan Tuberkulosis, Mana yang Lebih Bahaya? Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Penyakit TBC menjadi salah satu yang paling akrab didengar masyarakat Sumbar. Banyak bahaya yang dapat ditimbulkan penyakit ini. Namun, jika dibandingkan Covid-19, manakah yang paling berbahaya. TBC atau virus Corona?.

Spesialis paru dari RSUP. M. Djamil Padang, dr. Afriani, Sp. P menjelaskan, TBC (Tuberkulosis) dan Covid-19 memiliki bahaya yang sama. Karena angka kematian pada tuberkulosis juga cukup tinggi. Bahkan pengendalian TB di negara ini belum optimal.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"Posisi Indonesia, nomor tiga di dunia (kasus TBC). Jadi perlu ditangani kedua penyakit ini. Saya juga sering menemukan pasien yang baru berobat, padahal sudah batuk selama tiga bulan, bahkan ada yang satu tahun," kata Afriani.

Afriani mengatakan, tingginya kasus TB ini lantaran tidak disadari oleh masyarakat padahal gejalanya sudah ada. Salah satu gejalanya adalah batuk lama yang lebih dari dua Minggu.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Jadi kalau ada orang dengan batuk lama, lebih dari dua Minggu dan produktif. Jangan lah berpikir itu batuk biasa saja, tapi berpikirlah ini TB. Segeralah pergi ke fasilitas kesehatan," saran Afriani.

Afriani menjelaskan, orang yang terinfeksi TB paru memiliki risiko mengalami kerusakan paru. Kondisi ini terjadi akibat peradangan tubuh dalam upaya membasmi kuman.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

"Paru pasien bisa berubah menjadi jaringan parut dan menyebabkan gangguan fungsi pertukaran udara. Pada keadaan yang berat, paru dapat mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan bantuan alat bantu pernapasan," kata Afriani.

Selain itu, kata Afriani, penyakit TB dapat menyebar ke berbagai organ lain. Kuman Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan infeksi pada berbagai organ. Ketika seseorang menghirup bakteri TB, bakteri tersebut dapat mengendap di paru-paru dan mulai tumbuh.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Dari organ paru, kuman TB dapat bergerak ke bagian organ lain dari tubuh, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Penyebaran kuman ini lebih mudah terjadi pada orang dengan penurunan sistem imunitas. Misalnya, penderita HIV atau pasien yang mendapatkan terapi penekan sistem imun.

"Risiko TB resisten obat. Saat ini terdapat jenis kuman TB baru yang resisten terhadap pengobatan. Kuman ini tidak mempan dengan pengobatan standar yang ada," ujar Afriani. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]