Data Korban Bencana Alam di NTT, BNPB Sebut 138 Orang Meninggal dan 61 Hilang


Kamis, 08 April 2021 - 07:46:26 WIB
Data Korban Bencana Alam di NTT, BNPB Sebut 138 Orang Meninggal dan 61 Hilang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jendral Doni Monardo (kanan) saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kabupaten Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 6 April 2021. (Foto: BNPB)

HARIANHALUAN.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan korban meninggal banjir bandang dan bencana lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu (7/4/2021) malam yang telah ditemukan jasadnya 138 orang dan masih dalam pencarian 61 orang. 

Sementara data sebelumnya ada 124 orang yang meninggal dunia dan 74 orang hilang masih dalam pencarian.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Damkar Depok, Eks Pimpinan Minta KPK Turun Tangan Selidiki

Hal ini disampaikan Doni pada konferensi pers daring tentang Penanganan Bencana di Wilayah Nusa Tenggara Timur, dikutip dari beritasatu.com, pada Rabu (7/4/2021) malam. 

Berikut ini data orang meninggal dan hilang per kabupaten. Pertama, Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang meninggal 67 dan hilang 6 orang. Kedua, Kabupaten Alor, meninggal 25 dan hilang 20. Ketiga, Kabupaten Malaka, meninggal 4 orang.

Baca Juga : Kemenristek Dilebur Jokowi, Bagaimana Nasib Riset Vaksin Merah Putih?

Keempat, Kabupaten Kupang, meninggal 5 orang. Keenam Kabupaten Lembata meninggal 32 dan hilang 35. Ketujuh, Kabupaten Sabu Raijua meninggal 2 orang, dan kedelapan, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, dan Kota Kupang masing-masing 1 orang.

Doni menuturkan, kendala untuk menemukan jenazah di sejumlah daerah, terutama di Lembata dan Alor karena kesulitan untuk mobilisasi alat berat eskavator serta damtruck untuk mengangkut batu yang ukurannya sangat besar. Selain itu terkendala cuaca yang belum bersahabat.

Baca Juga : Ini Penjelasan Kemenhub Soal 'Mudik Dilarang, Wisata Dibuka'

“Cuaca belum begitu bagus, sehingga sejumlah kapal yang mengangkut alat berat ini tidak bisa berlayar. Mudah-mudahan cuaca malam ini semakin baik sehingga alat berat bisa dikirim dari Larantuka ke Pulau Adonara,” kata Doni.

Doni menyebutkan, untuk evakuasi udara sudah tiba 4 unit helikopter dengan lokasi 2 unit di Maumere, 1 unit Kota Kupang, dan 1 unit di Sumba dan 2 unit lainnya masih dalam proses, dan diharapkan Kamis (8/4/2021) ini tiba di NTT. (*)

Baca Juga : Pesan Penting Kapolri, Tidak Ada Ampun Bagi Polisi yang Terlibat Narkoba!

Editor : Heldi Satria | Sumber : beritasatu.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]