Sudah Melayani 2.990 Pelaku Usaha Mikro, Koperasi BMT El-Itqan Bertransformasi Jadi KSPPS


Kamis, 08 April 2021 - 14:11:53 WIB
Sudah Melayani 2.990 Pelaku Usaha Mikro, Koperasi BMT El-Itqan Bertransformasi Jadi KSPPS Model design kantor permanen BMT EL-Itqan

LUBUK MALAKO, HARIANHALUAN.COM - Koperasi BMT El-Itqan merupakan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) yang bertranformasi menjadi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS). Saat ini sudah melayani pembiayaan 2.990 pedagang kecil dan pelaku usaha mikro di Kecamatan Sangir Jujuan Kabupaten Solok Selatan (Solsel).

"Sekarang, dampak keberadaan sudah dirasakan oleh pedagang kecil dan pelaku usaha mikro khususnya di dua kecamatan, Sangir Jujuan dan Sangir Balai Janggo," kata Ketua Pendiri BMT EL-Itqan, Ali Afrionel pada Harianhaluan.com, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga : Pemprov Riau Mulai Sosialisasikan Inpres Nomor 2 Tahun 2021

Selain itu, BMT EL-Itqan juga sedang membangun kantor permanen senilai Rp800 juta yang berasal dari laba/aset koperasi yang disisihkan sejak 2008. Kantor permanen itu berlokasi di samping kantor Wali Nagari Lubuk Malako.

Menurutnya, kantor dibangun dengan aset koperasi dari laba yang disisihkan, setiap tahun ada laba yang disimpan sejak 2008 dengan total Rp1,2 miliar dan dibangun kantor permanen. 

Baca Juga : Hari Pertama Ramadhan, Harga Sayuran Alami Penurunan

Skuad BMT EL-Itqan dalam kantor berfoto bersama.

Baca Juga : Bank Nagari Salurkan 200 Kg Rendang untuk Korban Bencana NTT

"Tanah lokasi pembangunan kantor ini dibeli dan saat ini sudah dalam pengerjaan selama tiga bulan. Insyaallah peresmian nantinya bersama gubernur Sumbar. Sebab beliau juga sebagai ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumbar," sebutnya.

Pihaknya, menyambut baik keinginan pemerintah Sumbar untuk menjadikan koperasi konvensional bertransformasi menjadi syariah. "Alhamdulillah, Kami telah bergerak lebih awal dan diakui keberadaannya," tuturnya.

Baca Juga : 80 Tahun OCBC NISP Melaju Jauh untuk Indonesia

Pihaknya juga berharap, koperasi syariah El-Itqan bisa beraktivitas sesuai undang-undang dan keberadaannya dirasakan oleh pelaku usaha mikro dan pedagang kecil. "Selalu menerapkan prinsip syariah dalam beraktivitas," katanya.

El-Itiqan menitik beratkan programnya pada pemberdayaan ekonomi kelas bawah/mikro yang didirikan dan dimiliki oleh masyarakat pada 2008 di daerah Pasar Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, Solsel.

Ketua Pengurus BMT EL-Itqan, Ali Afrionel mengatakan, munculnya ide untuk mendirikan El-Itqan, bermula dari keprihatinan melihat banyaknya pengusaha kecil potensial di Lubuk Malako dan sekitarnya yang mengalami kesulitan dalam hal permodalan usaha.

Pengurus BMT EL-Itqan foto bersama di depan kantor.

"Sementara lembaga keuangan sejenis Bank baik yang menerapkan pola konvensional maupun syariah belum optimal menjangkau daerah ini," bebernya.

Sehingga, imbuhnya, seringkali kebutuhan modal para pengusaha kecil potensial ini dicukupi oleh Rentenir dan Lintah Darat yang suku bunga pinjamannya sangat besar dan memberatkan.

"Keperihatinan inilah yang mendorong untuk berdirinya BMT El-Itqan," ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Pembentukan awal El-Itqan,  diprakarsai oleh Ali Afrionel, S.IP. M.Si (Anggota DPRD Solsel masa itu) bersama istri Mildayeni, SE  dengan beberapa orang teman lainya yaitu Almen Yusri (Guru Honorer masa itu), Zilhamri, ST (PNS), Darhen Purba (Petani).

Pada 12 Juni 2008 beberapa orang sahabat ini untuk pertama kalinya melakukan pertemuan dan menyatukan komitmen untuk mendirikan lembaga keuangan Mikro dengan badan hukum berbentuk KJKS. Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perindagkop Solsel, ternyata untuk mendapatkan pengesahan badan hukum, Koperasi harus beranggotakan minimal 20 orang.

"Akhirnya, Kami melobi beberapa orang lagi diantarannya, Prof. Dr. Irwan Prayitno, P.Si, M. Sc (Anggota DPR RI Dapil Sumbar masa itu), Nurfirmanwansyah, A.Pt, MM (Wakil Bupati Solsel masa Itu) beserta istri Dra. Daslinar, Ir. Yulian Efi, MM, Basrial, SE, Abdul Reda, S.Pt, Joni Pardilo, SP, Helmar Yusri, A.Md dan beberapa orang lagi untuk bergabung sehingga mencapai 20 orang," katanya.

Dia menyatakan, proses pendirian Koperasi ini membutuhkan intensitas aktivitas yang cukup tinggi, sementara kawan-kawan yang telah berkomitmen bersama tersebut punya kesibukan masing-masing, akhirnya ditunjuk Mildayeni, SE untuk fokus dalam mengurus administrasi proses lahirnya badan hukum/ legalitas dan mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan persiapan sampai KJKS BMT EL-ITQAN ini dapat berdiri.

Disamping menyiapkan proses pendirian, karena Mildayeni juga memilki pengalaman kerja didunia lembaga keuangan mikro sebelumnya, maka Mildayeni juga dipercaya untuk menjadi Manager pertama di lembaga yang baru terbentuk tersebut dimana tugas awalnya adalah Menata Kantor (Lay Out) agar dapat tampil menarik dan meyakinkan. Dan melakukan rekruitmen karyawan, serta mengurus badan hukum.

Kunjungan tim penilai Koperasi berprestasi.

Dalam mempersiapkan beroperasinya, pengurus KJKS BMT El-Itqan menjalin kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani Cabang Padang khususnya dalam hal Peningkatan kapasitas karyawan, penyediaan IT sistem keuangan, penyusunan SOP dan penguatan modal. 

Kemudian, pada 4 Agustus 2008 KJKS BMT El-Itqan mendeklarasikan diri berdiri dan mulai beroperasi. Dan pada 28 Oktober 2008, memperoleh pengesahan badan hukum dari kementrian koperasi Republik Indonesia melalui Bupati Solsel dengan nomor pengesahan badan hukum No. 37/BH/III.18/2008.

Dia menyebutkan, Visi BMT EL-Itqan: “Menjadi Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang Profesional, Mandiri dan Terpercaya yang Beroperasi sesuai dengan Prinsip Syariah”

Dan Misi: Menyalurkan Pembiayan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah sebagai salah satu solusi keuangan bagi golongan ekonomi mikro (anggota dan calon anggota). Menghimpun dana simpanan (tabungan-deposito) dari anggota dan calon anggota untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

Sebagai sarana pencerdasan anggota dan calon anggota dalam pengembangan usaha sesuai dengan prinsip syariah. Mengusung Motto: “Meraih Laba Tanpa Riba”.

Pada 2020, anggota KSPPS BMT El-Itqan berjumlah 22 orang. 
Sedangkan calon anggota Koperasi 2020 telah 2.990 orang yang aktif.

Perubahan Nama dan Anggaran Dasar

Berdasarkan aturan perundangan terbaru tentang perkoperasian yaitu Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 11/PER/M.KUKM/XII/2017 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah oleh Koperasi, dalam urusan kelembagaan Koperasi kita diharuskan merubah nama dari KJKS menjadi KSPPS. Perubahan nama ini dilakukan dengan proses perubahan Anggaran Dasar (AD) melalui Rapat Anggota yang sudah dilaksanakan pada 2019.

Perubahan nama dan perubahan AD ini sudah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan hak Asasi manusia Republik Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2020 dengan nomor pengesahan AHU-0000879.AH.01.27.TAHUN 2020 sehingga nama lembaga kita berubah dari KJKS BMT El-Itqan menjadi KSPPS BMT El-Itqan. 

1. Bidang Usaha

Sesuai dengan aturan yang berlaku, maka KSPPS BMT El-Itqan bergerak dibidang usaha Plpenghimpunan dana dalam bentuk simpanan (Tabungan Itqan, Pelajar, Mesjid, & Qurban), simpanan berjangka (Deposito Mudharabah 1,3,6 & 12 Bulan) dan Pembiayaan (Murabahah dan ijarah). 

Adapun peningkatan penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1

 

2. Permodalan/Keuangan

Perbandingan perkembangan usaha dan kondisi keuangan/ permodalan KSPPS BMT El-Itqan  untuk empat tahun  sebagai berikut:

Tabel 2 

 

"Alhamdulillah, bagi hasil atau SHU KSPPS BMT El- Itqan mengalami peningkatan terus dari tahun ke tahun. Pada RAT XII tahun buku 2019, target SHU Tahun buku 2020 ditetapkan sebanyak Rp 454.000.000," kata Ali Afrionel.

"Alhamdulillah Tahun 2020 SHU yang diperoleh adalah sebesar Rp453.359.172 atau sama dengan 99,85 persen dari target yang ditetapkan atau naik 108,1 persen dari SHU tahun 2019," lanjutnya.

Perolehan SHU yang tidak mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan pada RAT sebelumnya dapat dimaklumi mengingat 2020 merupakan tahun yang berat bagi kehidupan perekonomian Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya dengan mewabahnya Covid-19. 

Pandemi covid-19 yang melanda dunia pada 2020 telah mengakibatkan terpuruknya seluruh sektor kehidupan masyarakat Indonesia dimana sektor jasa keuangan salah satu yang terdampak cukup parah. 

"Ditengah parahnya kondisi perekenomian masyarakat tersebut, sementara SHU tetap tumbuh dan angka pembiayaan bermasalah mampu ditekan menjadi 0,77 persen. Sebenarnya sebuah prestasi yang membanggakan yang patut disyukuri," sebutnya.

"Kita berharap semoga di 2021 kondisi ini cepat berlalu dan kehidupan perekenomian masyarakat kembali normal seperti sediakala," tutupnya. (*)

Reporter : Jefli | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]