Komite K3RS Lakukan Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Code Blue


Jumat, 09 April 2021 - 05:00:34 WIB
Komite K3RS Lakukan Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Code Blue Kegiatan sosialisasi dan simulasi blue code

PESSEL, HARIANHALUAN.COM - Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUD dr Muhammad Zein Painan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Code Blue. Code Blue merupakan salah satu kode prosedur emergency yang harus segera diaktifkan jika ditemukan seseorang dalam kondisi cardiaerespiratory arrest (Henti Jantung) di dalam area rumah sakit.

Direktur RSUD dr Muhammad Zein Painan, dr Sutarman menyebutkan, kegiatan itu diprakarsai Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Kegiatan sosialisasi dan simulasi itu untuk mengaktifkan code blue kepada pegawai di rumah sakit. Sedangkan petugas yang mengikuti sosialisasi adalah manajemn, keamanan, IGD, radiologi, labor, apotek sentral, kebidanan, perinatologi, brankar, CSSD, supir Ambulans, IPLRS, IPSRS dan CS.

Baca Juga : Rudi Hariansyah Safari Ramadan Khusus di Tapan Kabupaten Pesisir Selatan

Simak Terus Berita Sumbar Hari ini di Harianhaluan.com

"Kita sudah memiliki yim Code Blue, yaitu suatu tim yang dibentuk oleh rumah sakit yang bertugas merespon kondisi code blue di dalam area rumah sakit. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang sudah terlatih dalam penanganan kondisi cardiac respiratory arrest," jelasnya, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga : Pacu Pembangunan Daerah, Pemkab Pesisir Selatan Gaet Dana Pusat

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Kemudian lanjutnya, sebagai narasumber dalam sosialisasi itu adalah, Yossi Sofina dari tim Code Blue dibantu Fauzi Rozandi dan Akhirul Fajri, yang memberikan sosialisasi tahapan mengaktifkan code blue. Kemudian memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sampai datang Tim Code Blue memberi bantuan.

Baca Juga : Gandeng Ruangguru, Pemko Padang Panjang Tingkatkan Kompetensi Guru 

"Seperti kita ketahui bersama, seluruh petugas rumah sakit harus paham cara melakukan bantuan hidup dasar dan kemampuan dasar membantu pasien dalam kondisi darurat lainnya. Dan hal ini harus selalu disosialisasikan berulang dan dilatihkan kembali kepada seluruh petugas.

Tidak hanya petugas medis saja, mengingat keadaan pasien atau pengunjung yang tiba-tiba mengalami henti jantung akan selalu sering terjadi di rumah sakit. Kondisi tersebut membutuhkan respon dari petugas yang terlatih dan tahu harus melakukan apa bila menghadapi di lapangan," katanya.(*)

Baca Juga : Satlantas Polres Padang Panjang Bagi Bunga dan Masker ke Pengendara

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Merinda Faradianti
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]