Gempa Malang M 6,1 di Zona Megathrust, BMKG: Patut Disyukuri Tak Tsunami


Sabtu, 10 April 2021 - 17:26:15 WIB
Gempa Malang M 6,1 di Zona Megathrust, BMKG: Patut Disyukuri Tak Tsunami Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gempa M 6,1 yang mengguncang Malang terjadi akibat adanya deformasi slip lempeng Australia. Gempa ini ada di zona megthurst.

"Gempa ini merupakan gempa menengah yaitu adanya sebuah deformasi slip lempeng Australia yang tersubduksi tepat di zona Benioff, yaitu subduksi selatan Jatim yang sudah mulai menukik. Jadi ada di zona megathrust ya. Patut disyukuri dengan kedalaman 80 km itu tidak menimbulkan tsunami," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube Infobmkg, Sabtu (10/4/2021), dikutip dari detikcom.

Baca Juga : Anis Matta: Situasi Krisis, Indonesia Membutuhkan Narasi yang Menyatukan

Dia menjelaskan bahwa zona sesar ini sensitif terhadap tsunami. Tsunami bisa terjadi jika kekuatan gempa ada di atas M 7.

"Karena kalau melihat mekanisme sumbernya ini adalah sesar naik jadi sensitif terhadap tsunami jika kekuatannya besar di atas 7 dan memiliki kedalaman lebih dangkal," ungkapnya.

Baca Juga : Ketua KASN Imbau Seluruh PNS Patuhi Larangan Mudik

Selain itu, dia menjelaskan bahwa gempa di kawasan Kabupaten Malang ini kompleks. Sebab, gempa hampir terjadi dua bulan sekali.

"Dan kalau kita melihat kawasan Malang ini memang seismik aktif dan kompleks ya. Karena hampir dua bulan sekali dirasakan," tuturnya.

Berdasarkan catatan sejarah, sudah ada beberapa gempa merusak yang terjadi di kawasan ini. Gempa merusak terjadi sejak 1896.

"Dan kalau kita lihat catatan sejarah di kawasan ini sudah mengalami gempa merusak berkali pada masa lalu. Seperti gempa yang terjadi pada 1896, 1937, 1962, 1963, 1972," jelasnya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]