Soal Gempa M 6,1, BMKG: Daerah Terdampak Paling Parah di Malang dan Sekitarnya


Sabtu, 10 April 2021 - 19:19:34 WIB
Soal Gempa M 6,1, BMKG: Daerah Terdampak Paling Parah di Malang dan Sekitarnya Dampak gempa Malang, bangunan kantor hingga sekolah rusak. (Adhar Muttaqin/detikcom)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengatakan daerah terdampak paling parah akibat gempa bermagnitudo 6,1 adalah Kota Malang dan sekitarnya. BMKG Yogyakarta akan mengirimkan tim survei dari seismologi teknik untuk melakukan pemetaan terkait dampak gempa.

"Dari seismologi teknik menyiapkan tim survei ke Jawa Timur dan secepatnya, mungkin hari Minggu, sudah berangkat ke dampak yang terparah, yaitu Malang dan sekitarnya," kata perwakilan BMKG Yogyakarta, Rahmat, dikutip dari detik.com, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga : Aparat Korban Pencatut Nama Penerima Bantuan THR Pemnag Gunung Medan Bantah Terlibat

Rahmat menyampaikan tim survei akan melakukan pemetaan gempa mikro dan makro di Malang. Mereka juga akan memetakan kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,1 tersebut.

"Kami sudah menyiapkan, tim segera berangkat melakukan pemetaan gempa-gempa mikro maupun makro dan melakukan pemetaan kerusakan di sekitar Malang," tutur Rahmat.

Baca Juga : Keterlaluan! Seorang Pria Nekat Pukuli Imam Masjid saat Pimpin Salat di Pekanbaru

Semula, gempa Malang tercatat bermagnitudo (M) 6,7. Terakhir BMKG memutakhirkan datanya. Gempa Malang bermagnitudo (M) 6,1.

"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki Magnitudo (M) 6,7. Kemudian di-update menjadi Magnitudo 6,1," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno lewat keterangan tertulis.

Gempa ini terjadi pada pukul 14.00.15 WIB tadi. Lokasinya berada di 90 km arah laut sebelah barat daya dari Kabupaten Malang atau berkoordinat 8,95 Lintang Selatan dan 112,48 Bujur Timur.

"Kedalaman pusat gempa 25 km," kata BMKG di akun Twitter @infoBMKG.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa M 6,1 yang mengguncang Malang akibat adanya deformasi slip lempeng Australia. Gempa ini ada di zona megathrust.

"Gempa ini merupakan gempa menengah, yaitu adanya sebuah deformasi slip lempeng Australia yang tersubduksi tepat di zona Benioff, yaitu subduksi selatan Jatim yang sudah mulai menukik. Jadi ada di zona megathrust ya. Patut disyukuri, dengan kedalaman 80 km itu tidak menimbulkan tsunami," kata Daryono dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Infobmkg sore ini.

Dia menjelaskan bahwa zona sesar ini sensitif terhadap tsunami. Tsunami bisa terjadi jika kekuatan gempa ada di atas M 7.

"Karena kalau melihat mekanisme sumbernya ini adalah sesar naik jadi sensitif terhadap tsunami jika kekuatannya besar di atas 7 dan memiliki kedalaman lebih dangkal," ungkapnya. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]