Tindakan KKB Papua Sangat Keji, Tembaki Guru dan Tenaga Medis Covid-19


Sabtu, 10 April 2021 - 23:46:21 WIB
Tindakan KKB Papua Sangat Keji, Tembaki Guru dan Tenaga Medis Covid-19 Ketika Rapat Dengar Pendapa dengan BNPT, Komisi III DPR RI minta agar KKB Papua Dikategorikan Organisasi Terorisme. (rri.co.id)

PAPUA,HARIANHALUAN.COM-Tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua sangat keji  dan merupakan kejahatan kemanusiaan tidak termaafkan. 

KKB menembak dua orang guru yakni Oktavianus dan Yonatan  di Kabupaten Puncak Papua. Sebelumnya, KKB Papua juga pernah  menembak relawan kemanusiaan tenaga medis penanganan Covid-19.

Baca Juga : Arus Balik, Pemudik Siap-siap Dibawa ke RSD Wisma Atlet jika Reakif Covid-19

Korban yang dituduh sebagai mata-mata aparat, hanyalah modus KKB untuk menutupi kejahatan kejinya terhadap korban.

"Itu hanya modus KKB. Di sini mereka sering mengancam kios-kios pendatang untuk menyerahkan uang Rp20 juta rupiah per kios," kata RS yang tidak mau disebutkan identitasnya ketika dihubungi, Sabtu (10/4/2021) siang, seperti dilansir Sinarharapan.co.

Baca Juga : Di Indonesia, Donasi untuk Palestina Terkumpul Rp 5 Miliar dalam 2 Hari

Ia menyatakan hal itu menanggapi aksi KKB yang menembak dua guru di Papua.

Terpisah, Kepala Humas Satuan Tugas Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa korban Oktavianus dan Yonatan hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia mencerdaskan anak anak kabupaten Puncak, Papua. Dia mengatakan, tidak ada bukti kedua guru tersebut sebagai mata-mata aparat.

"Siapapun yang punya hati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut. Saya sebagai manusia sangat berduka dan prihatin terhadap keluarga almarhum," ia menambahkan.

 

Peristiwa penembakan KKB terhadap warga bisa mengancam nyawa siapapun. Peristiwa serupa pernah juga terjadi tepatnya pada 22 Mei 2020. Tenaga medis yang sedang menangani pasien Covid-19 ditembak karena dilabeli intel aparat oleh KKB. Tindakan-tindakan KKB ini juga termasuk kategori pelanggaran hak asasi manusia.

Logistik KKB semakin tergantung pada hasil pemerasan ke warga. Kini KKB juga tidak lagi kebagian dana Otonomi Khusus sejak ada larangan tegas dari Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah untuk tidak menyalahgunakan Dana Otsus Papua.

"Mereka ini juga pintar memanfaatkan media. Setelah eksekusi korban. Lalu update ke media sosial sebagai sebuah kebanggaan dengan menggiring informasi seolah-olah tindakan mereka sudah benar untuk mencari dukungan publik. Sebenarnya cara-cara tersebut sudah terbaca oleh rekan-rekan media, tetapi masih ada juga media yang masih termakan dengan penggiringan informasi KKB," M. Iqbal Alqudussy menambahkan.(*)

Editor : Dodi | Sumber : Sinarharapan.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]