Wapres Anjurkan Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadan di Rumah


Ahad, 11 April 2021 - 15:29:34 WIB
Wapres Anjurkan Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadan di Rumah Wakil Presiden, Maruf Amin.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah membolehkan pelaksanaan ibadah salat tarawih berjamaah di masjid/musala dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat. Namun, untuk umat muslim yang berada di wilayah zona merah, dianjurkan untuk tetap beribadah di rumah. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat membuka acara Syiar Islam dan Istighotsah Kubra dalam rangka Tarhib Ramadan, secara virtual.

“Daerah yang masih dalam zona merah, itu dianjurkan menggunakan rukhsah [keringanan] atau kemurahan-kemurahan yang diperbolehkan, yaitu tidak melakukan tarawih atau tadarus di tempat umum atau masjid-masjid, untuk menghindari penularan [COVID-19],” ujarnya dilansir laman Setkab.go.id, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga : Enam Polda Jadi Prioritas Penanganan Karhutla

Wapres menambahkan, anjuran ini juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lebih jauh Wapres mengingatkan bahwa ibadah berjemaah di masjid, seperti salat tarawih dan tadarus hukumnya sunah, sementara menjaga diri dari penularan penyakit atau bahaya hukumnya wajib. Oleh karena itu, ia meminta umat muslim memprioritaskan upaya menekan penularan COVID-19.

“Begitu juga kenapa pemerintah melarang mudik. Itu karena pengalaman tahun lalu, terjadi peningkatan [penularan] COVID-19 sampai 90 persen ketika mudik. Untuk itulah kenapa, menjaga itu, kemudian dilarang mudik. Saya kira kedudukannya itu sama saja, bahwa mudik atau silaturahim itu sunah, tetapi ada bahaya [penularan COVID-19],” ujarnya.

Baca Juga : Wujudkan Danau Toba sebagai Destinasi Kelas Dunia, Pangdam I/BB Tertibkan KJA di Baktiraja

Dalam kesempatan yang sama, Wapres mengimbau agar Ramadan kali ini dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri serta memohon ampun kepada Allah SWT serta memohon perlindungan-Nya, khususnya dari segala bencana yang tengah melanda Indonesia. Bulan Ramadan adalah bulan maghfirah, ampunan Allah.  Karena itu, mari jadikan bulan Ramadan [sebagai bulan] untuk memohon ampun kepada Allah. 

"Karena kita semua menyadari bahwa kita semua tidak ada yang tidak berdosa karena kita bukan orang yang maksum [terpelihara dari dosa],” tutup Wapres. (*)

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]