Maanta Lamang, Tradisi Pengantin Baru di Minang untuk Mertua Jelang Ramadan


Ahad, 11 April 2021 - 18:07:29 WIB
Maanta Lamang, Tradisi Pengantin Baru di Minang untuk Mertua Jelang Ramadan Lamang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Menjelang masuk bulan puasa 1442 Hijriyah, pembuat lamang di Kota Padang mulai kebanjiran pesanan. Selain sebagai oleh-oleh untuk pulang kampung, juga hantaran kepada mintuo atau mertua bagi pengantin baru di Ranah Minang.

One Asni salah seorang pembuat lamang di Seberang Padang mengatakan, menjelang Ramadan pesanan lamang mulai meningkat dibandingkan hari biasanya.

Baca Juga : Mulai Besok! Destinasi Wisata di Padang akan Tutup Selama Tiga Hari

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"Kalau mau puasa ini bisa memproduksi lamang sebatang 100 batang per hari. Sedangkan pada hari biasa hanya memproduksi 16 batang," kata One Asni, Minggu (11/4/2021).

One Asni menyebutkan, banyaknya pesanan sudah dirasakan pada Sabtu (10/4/2021) kemarin, puncaknya sampai H-1 Ramadan. Wanita yang sudah melakoni membuat lamang selama 30 tahun ini mengaku tahun kemarin pesanan menurun hingga 50 persen lantaran Covid-19.

Baca Juga : Alhamdulillah! Tiga Tahanan Rutan Padang Bebas di Hari Lebaran

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Tapi kalau tahun ini kembali meningkat. Permintaan ada dari kampung maupun tetangga terdekat," kata One Asni.

One Asni menambahkan, harga satu batang lamang Rp50.000 sampai Rp80.000 tergantung jenis isiannya. Ada yang isi kelapa, pisang, putih polos, hitam polos.

"Waktu pembakaran lamang ini selama empat jam. Kalau untuk pekerjaannya dari senja sampai pagi," tukas One Asni.

Sebelumnya, Ketua Bundo Kanduang Lubuk Kilangan, Ida Sofian mengatakan, bahwa kegiatan malamang ini dilakukan mengingat masyarakat Padang yang mulai jarang membuat masakan satu ini. Lantaran proses pembuatannya yang lama.

Maka dari itu, Ida berharap tradisi malamang ini tidak dilupakan agar makanan tradisional tersebut dapat dinikmati oleh generasi muda nantinya.

"Kalau tradisi di Lubuk Kilangan kalau mau puasa terus diadakan malamang. Baik di rumah-rumah maupun organisasi," ujar Ida.

Ida melihat saat ini kalau di rumah tradisi malamang sudah jarang dilakukan. Namun pihaknya di organisasi selalu melakukannya setiap tahun. Meskipun pada pandemi tahun lalu tidak diadakan, sehingga tahun ini kembali dilakukan. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]