BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof


Ahad, 11 April 2021 - 19:33:39 WIB
BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof Dampak kerusakan akibat Gempa Jatim (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan gempa bumi bermagnitudo M 6,1 di Malang, Jawa Timur, bukan termasuk gempa megathrust. Informasi ini didasari data yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Gempa selatan Malang ini bukan termasuk gempa megathrust, tetapi gempa menengah di Zona Beniof, karena deformasi atau patahan batuan yang terjadi berada pada slab lempeng Indo-Australia yang menunjam dan tersubduksi menukik ke bawah Lempeng Eurasia di bawah lepas pantai selatan Malang," demikian laporan yang ditayangkan dalam konferensi pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Raditya Jati, seperti disiarkan di akun YouTube BNPB, dikutip dari detik.com, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga : Aksi Senyap, Polisi Sita 310 Kilogram Sabu Senilai Rp400 Miliar di Jawa Barat

Sumber fakta-fakta gempa di Jawa Timur itu berasal dari Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono. Mekanisme sumber gempa ini berupa pergerakan sesar naik (thrust fault). Selain itu, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

"Mekanisme sumber sesar naik ini sebenarnya sensitif terhadap potensi tsunami, namun patut disyukuri bahwa gempa ini berada di kedalaman menengah dan dengan magnitudo 6,1 sehingga tidak cukup kuat untuk mengganggu kolom air laut, sehingga gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Baca Juga : Waduh! Polsek Tapan Amankan 4 Jeriken Tuak Saat Malam Takbiran

Gempa ini juga dirasakan dengan skala berbeda-beda di setiap daerah. Sejumlah bangunan rusak akibat gempa.

"Dampak gempa ini mencapai skala intensitas maksimum V-VI MMI (dalam peta tingkat guncangan berwarna kuning) sehingga gempa ini berpotensi merusak. Estimasi peta tingkat guncangan BMKG yang dikeluarkan 15 menit setelah gempa cukup akurat dan ternyata benar gempa ini banyak menimbulkan kerusakan bangunan rumah," imbuhnya.

Gempa ini menyebabkan delapan orang meninggal dunia. Selain itu, 39 orang terluka hingga ribuan bangunan mengalami kerusakan.

"Sampai hari ini terdata korban jiwa yang meninggal dunia ada 8 orang meninggal dunia di Jawa Timur dampak dari gempa bumi ini, 5 orang meninggal dunia di Lumajang, 3 orang meninggal dunia di Malang, jadi ini data yang kami dapatkan secara detilnya," kata Raditya Jati.

"Dampak korban jiwa dan kerusakan 39 orang luka-luka, luka ringan, luka sedang, dan luka berat, kemudian juga beberapa rumah rusak jadi kalau kita lihat 642 unit rumah rusak berat, 845 unit rumah rusak sedang, dan seribu lebih (1.361) rumah rusak ringan, dan 179 unit fasilitas umum rusak, jadi lumayan berdampak pada fasilitas umum," sambung dia. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]