Komunitas Bonsai Terbentuk, Solsel Miliki Tanaman Endemik Khas


Ahad, 11 April 2021 - 20:20:43 WIB
Komunitas Bonsai Terbentuk, Solsel Miliki Tanaman Endemik Khas illustrasi tanaman bonsai

PADANG ARO, HARIANHALUAN.COM - Bagi para penggemar bonsai di kabupaten Solok Selatan (Solsel) ada kabar gembira sebab komunitas penghobi budidaya bonsai telah terbentuk, Minggu (11/4/2021).

Ketua komunitas Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Solsel, Hendrik Patriona mengatakan tujuan terbentuknya ini untuk mewadahi penggemar bonsai di kabupaten itu, diskusi dan berbagi pengalaman.

Baca Juga : Berpulang ke Rahmatullah di Momen Lebaran Karena Covid-19, Berikut Perjalanan Karir Amri Darwis

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"Sebetulnya komunitas pembudidaya bonsai di Solsel sudah ada namun belum tersebar. Seperti komunitas Bengkel Kreasi Talunan Maju di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo yang sudah eksis dalam budi daya bonsai lebih 2 tahun dengan jumlah anggota sekitar 40 orang. Kebetulan saya juga pembinannya," katanya pada Harianhaluan.com.

Akan tetapi, kata Hendrik, disebabkan komunitas masih di satu kecamatan sehingga untuk bisa mewadahi penghobi bonsai secara umum maka dibentuk PPBI Solsel.

Baca Juga : Sumbar Siapkan 50 Persen Jalur Zonasi pada PPDB 2021

"Kami masih menunggu pengukuhan pengurus yang terbentuk karena wadah ini nasional, sembari menerima pendaftaran calon anggota, bagi penggemar bonsai," tuturnya, bahwa untuk pengurus inti PPBI Solsel berjumlah sekitar 20 orang.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Solsel memiliki banyak jenis tanaman endemik yang bisa dibudidayakan, bahkan ratusan jenis tanaman endemik. Sementara, untuk jenis bonsai yang paling khas di Solsel adalah bonsai Wereng Bintang dan Gulo Gumantung," sebut Hendrik.

Jenis dua endemik khas tersebut, imbuhnya menyebar disemua wilayah di Solsel, selain itu Solsel juga memiliki hampir semua jenis tanaman bonsai kecuali tanaman yang berasal dari negara Eropa (tanaman empat musim).

"Kita memiliki banyak ragam tanaman dikarenakan termasuk daerah tropis," ujarnya.

Dia mengaku selain hobi, budidaya bonsai juga memiliki sisi bisnis. Bahkan dari komunitas mereka sudah mulai menghasilkan uang dari budi daya bonsai, setidaknya untuk pasar Sumbar.

"Ada permintaan ekspor namun belum bisa memenuhi permintaan pasar saat ini," katanya.

Terkait harga bonsai komunitasnya, tergantung jenis dan umur bonsai. Harga berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Menurutnya, harga itu rendah. Harga bonsai yang berusia tiga sampai empat tahun mencapai Rp30 juta. Sementara itu, harga bonsai ekspor Rp50 juta ke atas. (*)

Reporter : Jefli | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]