Akibat Covid-19, Jumlah Pengunjung Museum Adityawarman Padang Hanya 17 Ribu Per Tahun


Senin, 12 April 2021 - 18:38:12 WIB
Akibat Covid-19, Jumlah Pengunjung Museum Adityawarman Padang Hanya 17 Ribu Per Tahun SEPI—Dua pengunjung Museum Adityawarman tengah melihat tinggalan sejarah di salah satu sisi museum. Selama libur lebaran dan cuti bersama, tak terjadi peningkatan kunjungan ke museum tersebut. Dok Harianhaluan.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Museum Adityawarman berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 10 Padang sepi pengunjung, tercatat sepanjang tahun 2020 lalu hanya 120 ribu pengunjung. Namun tahun ini sekitar 17 ribu. Sudah selayaknya konsep tata ruang museum ditata kembali demi menarik minta pengunjung.

Kepala Sesi Pelayanan dan Edukasi di Museum Adityawarman, Ivan menyebutkan, bahwa saat ini tidak dilakukannya upaya pengenjotan pengunjung. Tetapi lebih mengutamakan renovasi dan tata ruang.

Baca Juga : Raih Opini WTP Kedelapan Kalinya, Kota Padang Komitmen Lakukan Perbaikan Pemeriksaan Keuangan

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Saat ini dari empat ruangan pameran yang ada, satu ruangan sedang dilakukan renovasi agar museum memiliki wajah baru. Ivan berharap dengan dilakukannya revitalisasi ini pengunjung banyak yang tertarik untuk berkunjung.

"Sejak masa pandemi pengunjung kita turun drastis, dari angka yang biasanya mencapai 120 ribu per tahun, sekarang hanya 17 ribu," ujar Ivan.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Ivan menyebutkan, bahwa Museum Adityawarman mengalami stagnan pengunjung dari bulan Maret sampai Juni 2020. Karena ada penutupan museum akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di Kota Padang.

"Bahkan ditahun baru dan long weekend kita tutup dengan adanya intruksi dari pak Gubernur untuk mengurangi penularan covid-19," sebut Ivan.

Diketahui, Museum Adityawarman merupakan salah satu museum budaya di Provinsi Sumatera Barat. Museum Adityawarman menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya nasional.

Salah satu di antaranya adalah bangunan yang berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau Baanjuang.

Koleksi utama yang terdapat di museum tersebut dikelompokkan ke dalam sepuluh jenis koleksi, meliputi geologika/geografika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filolo­gika, keramologika, seni rupa, dan teknalogika.

Koleksi lain yang dimiliki oleh museum ini adalah benda purbakala peninggalan Kerajaan Dharmasraya, yaitu berupa duplikat patung Bhairawa dan patung Amoghapasa. Museum merupakan salah satu tempat edukasi pengetahuan.

Selain banyak menyimpan berbagai benda-benda bersejarah juga memiliki berbagai informasi sejarah yang kaya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]