Fatwa MUI Soal Tes Swab Lewat Mulut atau Hidung: Tak Membatalkan Puasa


Selasa, 13 April 2021 - 14:50:38 WIB
Fatwa MUI Soal Tes Swab Lewat Mulut atau Hidung: Tak Membatalkan Puasa Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh (Foto: dok BNPB)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai tes swab COVID-19 dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bahwa kedua kegiatan tersebut tidak membatalkan puasa.  

Dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Syawal 1442 Hijriah, sekaligus menepikan kekhawatiran batalnya puasa seorang muslim yang dites swab karena pemeriksaan itu mengharuskan pengambilan sampel melalui hidung dan mulut.

Baca Juga : Tim Sapa Ramadan Akhiri Perjalanan ke-19 Kabupaten/Kota, Bagi-bagi THR pada Anak Yatim

Pada poin pertama, mengutip Okezone, MUI mengatakan setiap muslim wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit. Ikhtiar itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama ( al-Dharuriyat al-Khams).

Kedua, umat Islam selama bulan Ramadhan harus semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, tadarus Alquran, menyelenggarakan dan menghadiri majlis taklim dan pengajian, tobat, istighfar, zikir, membaca Qunut Nazilah, memperbanyak shalawat, sedekah,  serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19. 

Baca Juga : Hujan di Penghujung Ramadhan

Ketiga, kegiatan bulan Ramadhan dan Syawal dapat diisi dengan ceramah dan pengajian keagamaan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan menambah wawasan keagamaan dari narasumber ahli agama yang otoritatif. 

Keempat, pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan, baik ibadah mahdlah maupun ghairu mahdlah harus menerapkan protokol kesehatan.

"Penerapan physical distancing (menjaga jarak) saat sholat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, sholatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iyyah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, Selasa (13/4/2021) 

Kemudian, menggunakan masker yang menutup mulut dan hidung saat sholat hukumnya boleh dan sholatnya sah. 

Kelima, setiap muslim wajib berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai peredaran Covid-19, di antaranya dengan vaksinasi Covid-19 guna mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity). 

"Keenam, vaksinasi saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan vaksinasi," ungkap Niam.

"Ketujuh, tes swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab, demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan GeNose dengan sampel hembusan nafas," tutup Niam. (*)

 

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]