Kasus Covid-19 Sumbar Meningkat, Padang Panjang Tetap di Zona Kuning


Selasa, 13 April 2021 - 22:54:34 WIB
Kasus Covid-19 Sumbar Meningkat, Padang Panjang Tetap di Zona Kuning Rapat penanganan Covid-19 di Padang Panjang.

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM – Di tengah meningkat pesatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang Panjang tetap berada dalam zonasi kuning. Sementara Sumbar secara keseluruhan berada di zona orange.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar secara virtual. Dari Padang Panjang, kegiatan ini diikuti Sekretaris Daerah, Sonny Budaya Putra melalui zoom meeting di ruang VIP Balaikota, Senin (12/4/2021).

Baca Juga : Sutan Riska Tuanku Kerajaan: Dana Nagari Masih Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19

Dalam rapat yang dipimpin Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah Datuak Marajo tersebut, selain membahas kondisi penanganan Covid-19 terkini, juga membahas larangan mudik serta pelaksanaan shalat tarawih dan puasa Ramadhan. Dijelaskan Buya Mahyeldi, perkembangan kasus Covid-19 saat ini mengalami peningkatan. Kabupaten Limapuluh Kota berada di zona merah. 

Ini adalah zona merah pertama di Sumbar sejak April 2020 lalu. Sementara itu, ada 9 kabupaten/kota masuk zona orange, dan 9 kabupaten/kota lainnya berada di zona kuning. Zona orange di antaranya Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Tanah Datar dan Kota Sawahlunto.

Baca Juga : Gas Tabung Melon Mulai Langka di Muara Labuh

Sedangkan zona kuning di antaranya Kota Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Padang, Pariaman, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai. 

"Maka dari itu, diimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan protokol kesehatan (prokes). Apalagi saat ini kita memasuki bulan suci Ramadhan, tentu aktivitas masyarakat akan banyak terjadi," jelas Mahyeldi dilansir dari akun resmi Kominfo Padnag Panjang, Selasa (13/4/2021).

Dilanjutkannya, mengulang penyampaian dari ketua MUI Sumbar, pelaksanaan shalat tarawih, masyarakat boleh melakukan shalat di masjid maupun mushalla dengan tetap mengikuti prokes. Saat shalat boleh rapat dan meluruskan shaf, namun selesai shalat diharapkan menjaga jarak kembali. Ditambahkannya lagi, mengenai larangan mudik, juga akan diberlakukan sesuai edaran yang telah disampaikan terhitung 6-17 Mei mendatang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Nuryanuwar kepada Kominfo mengatakan, Padang Panjang saat ini hanya menunggu kesembuhan dari 14 pasien yang sedang dikarantina. “Persentase kesembuhan Covid-19 Kota Padang Panjang tertinggi di antara kabupaten/kota lainnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan klaster kasus positif Covid-19,” harapnya.

Turut mengikuti zoom meeting ini, Kepala Pol PP Damkar Albert Dwitra, Kepala Dinas Kominfo Ampera, Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA Osman Bin Nur dan Plt. Kepala BPBD Kesbangpol Zulheri. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : relis
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]