Pemprov Riau Mulai Sosialisasikan Inpres Nomor 2 Tahun 2021


Selasa, 13 April 2021 - 23:55:39 WIB
Pemprov Riau Mulai Sosialisasikan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 Sosialisasi tahap pertama Inpres Nomor 2 Tahun 2021. (Ist-Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Intruksi Presiden nomor 2 tahun 2021, tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, mulai disosialisasikan Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), bersama BPJS Ketenagakerjaan, kepada pekerja yang tidak mempunyai perusahaan, atau pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Kepala Disnakertrans Riau, Jonli, mengatakan, sosialisasi tahap pertama ini diberikan kepada pekerja yang masuk dalam lembaga Niaga Asuransi Bank (Niba). Dimana pekerja yang berada dibawah serikat pekerja dan setrikat buruh, bisa mendapatkan BPJS ketenagakerjaan.

Baca Juga : Harga Emas Catat Minggu Terbaik dalam 6 Bulan

“Kita bersama BPJS Ketenagakerjaan, melakukan sosialisasi Pekerja buruh bukan penerima upah, dibawah Serikat pekerja serikat buruh. Artinya kami Disnaker dengan BPJS melakukan sosialisasi Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2021, tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Jonli, dikutip Haluanriau.co, Selasa (13/4).

“Kami bagaimana inpres ini ditujukan kepqda Gubernur, Bupati,

Baca Juga : Philip Morris International Berhenti Jual Rokok Marlboro di Negara Matahari Terbit

Bagaimana Inpres mengambil langkah-langkah sesuai tugas fungsi masing-masing, untuk melaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Khusus kepada pekerja penerima upah tidak ada problem, karena selama ini sudah melaksanakan,” tambahnya.

Dijelaskan Jonli, bagi pekerja yang tidak punya perusahaan atau induk semang, seperti buruh pengangkut barang, buruh lepas, pekerja bangunan, dan lainnya, bisa mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, bersama Ketua Unit Kerja (PUK). Biaya yang dikeluarkan bagi pekerja hanya Rp1.200 perhari atau Rp16.800 perbulan, untuk dua program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan jaminan Kematian (JKM)

“Jadi kami tahap awal mensosialisasikan ke Niba, secara bertahap dengan serikat lainnya, dengan ketua cabang, Provinsi, unit kerja PUK nya, atau yang tidak punya induk semang, seperti pekerja pengangkut barang dari mobil ketempat pedagang. Jadi Kita himbau agar dia punya pengurus, ada jaminan tenega kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua. Hanya 1.200 sehari sudah ada JHT, dan JKK,” kata mantan Pj Waikota Dumai ini.

“Untuk di Pemprov sudah ada Pergub, kita sudah keluar bagi Pekerja Tidak Tetap (PTT) kita sekitar 17 ribu berdasarkan Pergub dari pemprov Riau sudah melakukan hal itu, JKM dan JKK, mudah-mudahan untuk JHT ditambahkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala cabang Ketenagakerjaan Pekanbaru, Uus Supriadi, menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan, sudah melakukan sosilisasi kepada ketua PUK, serikat pekerja, serikat buruh, untuk dukungan optimalisasi penyelenggaraan profram jaminan sosial bagai tenaga kerja.

“Kami bersama Disnaker Riau, ingin melakukan cakupan lebih luas, optimalilasi penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja, agar cakupannya bertambah tidak hanya pekerja yang bekerja diperusahaan, termasuk pekerja yang tidak mempunyai pekerjaan, termasuk pekerja yang berdagang di Pasar, ini juga sedang kita coba sosialisasikan semua sekarang,” ungkapnya.

Dijelaskan Supriadi, yang terpenting bagi pekerja yang diluar hubungan kerja atau Bukan penerima upah (BPU), atau pekerja informal. Jika para pekerja minimal ikut dua program iuran minimal 16.800 itu sudah dua program, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, tapi harapan Disnaker biar punya tabungan dan tidak lagi mampu bekerja ada yang bisa dicairkan.

“Kalau ditabahkan untuk ikut JHT, pekerja menambahkan 20 ribu perbulan, kalau di total tiga program 36.800, kalau dibagi perhari 1.200, kita sisihkan dari penghasilan kita agar aman bekerja saat kita tidak mampu bekerja lagi, mendapatkan jaminan,” jelasnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]