Dugaan Korupsi Damkar Depok, Eks Pimpinan Minta KPK Turun Tangan Selidiki


Rabu, 14 April 2021 - 08:14:30 WIB
Dugaan Korupsi Damkar Depok, Eks Pimpinan Minta KPK Turun Tangan Selidiki Saut Situmorang

DEPOK, HARIANHALUAN.COM - Eks Pimpinan KPK, Saut Situmorang, meminta KPK serta Polri turun tangan terlibat dalam penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan kantor Damkar Depok.

"Tim audit harus memeriksa terlebih dahulu apa benar ada penyimpangan dan kalau ada penyimpangan maka penegakan hukum harus dilakukan oleh Polri, Kejaksaan atau kalau ada penyelenggara negaranya (yang) terlibat (dapat diperiksa) oleh KPK," kata Saut, Selasa (13/4/2021), dikutip dari detikcom.

Baca Juga : Ketua KASN Imbau Seluruh PNS Patuhi Larangan Mudik

Saut mengatakan pemerintah mesti memperbaiki penegakan hukum terutama terkait korupsi. Ia berharap KPK tak memandang bulu besaran uang yang dikorupsi.

"Penegakan hukum yang adil dari sisi korupsi harus tidak dilihat dari segi jumlah uang yang dikorupsi, besar kecil itu perilaku korup yang jahat, apalagi korupsi di tempat kerja kerja sosial dan pengamanan jiwa manusia yang standarnya harus ada atau kalau tidak justru membahayakan sejak perencanaan pengadaan barangnya," jelas Saut.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Menkominfo Ajak Masyarakat Lebaran Digital Tahun Ini

Sebelumnya, Sandi membongkar dugaan korupsi itu dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok beberapa waktu lalu dan viral di media sosial. Dalam aksi itu, Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dirinya dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi juga mengungkap adanya pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Sandi mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya setelah aksinya itu. Pihak damkar telah menepis tudingan Sandi. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]