IDI Sebut Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan, Ini Alasannya


Rabu, 14 April 2021 - 08:42:10 WIB
IDI Sebut Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan, Ini Alasannya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Efikasi vaksin buatan Cina seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO. Dengan demikian, vaksin buatan Cina masih layak digunakan.

"Pokoknya WHO mengumumkan efikasi 50 persen minimal. Jadi apa pun yang di atas 50 persen itu layak. Yang penting dia aman," kata Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi sekaligus Juru Bicara dari PB IDI Iris Rengganis dalam keterangan pers diterima, di Jakarta, Rabu (14/4), dikutip dari Republika.

Baca Juga : Waspada Stroke dan Cara Penanganannya

Menurut dia, uji coba maupun uji klinis vaksin Sinovac sudah dilakukan. Ia menyebut, di Brasil hasil uji menunjukkan angka 50,4 atau 50,3 persen untuk Sinovac.

"Karena kita butuh di masa pandemi, jadi kita tidak terlalu lihat merek lagi saat ini," kata dia.

Baca Juga : Melalui Si Jadoel, Inovasi untuk Tingkatkan Pemahaman Peserta JKN – KIS di Masa Pandemi

Yang terpenting, kata dia lagi, vaksinnya tersedia dan aman. Soal efektivitas, menurut dia, tidak perlu menjadi persoalan yang sampai diributkan. "Nanti masalah efektivitas kan sambil berjalan. Kalau perlu nanti diulang, jadi enggak perlu diributkan. Yang penting dari WHO bisa lolos efikasinya. Segala penelitian kita lihat efektivitas vaksin," katanya pula.

Dia menuturkan efikasi vaksin tidak memiliki dampak pada kesehatan. Kemudian, menurutnya lagi, juga tidak akan meracuni penerima vaksin, sehingga vaksin tetap aman digunakan. Ia mengatakan, efikasi vaksin Covid-19 tidak bisa dibandingkan karena efikasi tiap negara berbeda-beda.

"Kita lihat saja sambil waktu berjalan nanti efektivitas vaksin yang akan kita lihat nantinya," ujarnya pula.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana mendatangkan vaksin Moderna dan Pfizer dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air. Menurut dia, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia ditargetkan menerima vaksinasi Covid-19. Karena itu, vaksin yang dibutuhkan tentunya lebih banyak.

"Jadi, membutuhkan vaksin lebih banyak, kita menginginkan dari negara lain, untuk memenuhi kebutuhan, agar herd immunity tercapai," ujar Iris. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : Republika
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]