Prosesi Ramadhan Menuju Taqwa


Rabu, 14 April 2021 - 09:05:59 WIB
Prosesi Ramadhan Menuju Taqwa Afri Yendra

Ramadhan bulan yang mulia, yang Allah panggil manusia beriman saja untuk mengikuti rangkaian aktivitasnya dengan tujuan yang amat besar yaitu Taqwa. Bagaiman proses ramadhan bisa menghantarkan orang beriman menjadi Taqwa. Ini ditentukan seberapa sempurna Ramadhan dilaksanakan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). SOP Ramadhan berisikan Waktu, Aktivitas, dan pola pelaksanaannya.

Oleh Afri Yendra - PPSDM Kemendagri Reg Bukittinggi

Baca Juga : Tim Sapa Ramadan Akhiri Perjalanan ke-19 Kabupaten/Kota, Bagi-bagi THR pada Anak Yatim

Selama 30 (tiga puluh) hari ramadhan memproses sesuai dengan kaidah (SOP) yang benar insha Allah akan menghasilkan mutu ketaqwaan seseorang. Persoalan yang muncul adalah Kaidah atau SOP Ramadhan tidak terlaksana sebagaimana Mestinya, sehingga tujuan puasa ramadhan tidak terwujud.

 Sekilas, nampak sederhana kita menuju ketaqwaan itu kalau kita laksanakan dengan petunjuk yang sesuai ditetapka oleh Allah SWT, dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para Ulama-ulama kita.

Baca Juga : Hujan di Penghujung Ramadhan

Proses Ramadhan akan berjalan seperti Rel Pabrik sebuah produk, ia punya sistem, SOP yang harus ditaati oleh semua unsur yang terlibat. Utamanya adalah bagaimana Rukun dan Syarat terlaksana tanpa ada yang mengurangi nilai apalagi membatalkan pahala ibadah puasa ramadhan. Ukuran (SOP) selanjutnya adalah Waktu dan Aktivitas. Sesi waktu Selama 24 Jam 30 hari Ramadhan semuanya memproses seorang mukmin menjadi Muttaqin.

Bagaimana  Prosesi Ramadhan itu menuju Ketaqwaan?

Beberapa  ulama/Ustadz/cendikiawan  mencoba mengemukakan secara detail, diantara adalah Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dan beberapa lainnya. Aktivitas 24 Jam Ramadhan tentu berawal kita Bangun Tidur di subuh hari sampai kita tidur lagi di malam hari diisi dengan rangkaian amal ibadah.

Diawali kita bangun tidur dan segera berwudhu, tujuannya agar terlepas dari ikatan setan. Lakukan shalat tahajud walaupun hanya dua rakaat. Lalu menutup dengan shalat witir jika belum melakukan shalat witir ketika shalat tarawih.Setelah shalat, berdoa sesuai dengan hajat yang diinginkan karena sepertiga malam terakhir (waktu sahur) adalah waktu terkabulnya doa.

Setelah itu Lakukan persiapan untuk makan sahur lalu menyantapnya. Ingatlah, dalam makan sahur terdapat keberkahan.  Waktu makan sahur berakhir ketika azan Shubuh berkumandang (masuknya fajar Shubuh). Sambil menunggu Shubuh, perbanyak istighfar dan  membaca Al-Qur’an.

Wajib bagi yang berpuasa menahan diri dari makan dan minum serta pembatal puasa lainnya mulai dari terbit fajar Shubuh hingga tenggelamnya matahari.

Ketika mendengar azan Shubuh lakukanlah lima amalan berikut: Mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muazin. Bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendengar azan: memanjatkan doa setelah azan: Memanjatkan doa sesuai yang diinginkan. (Lihat Jalaa’ Al-Afham, hlm. 329-331)

Melaksanakan shalat Sunnah Fajar sebanyak dua raka’at. Melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di masjid bagi laki-laki dan  Sedangkan shalat terbaik bagi wanita adalah di rumahnya.

Setelah melaksanakan shalat sunnah, menyibukkan diri dengan berdoa dan membaca Al-Qur’an. Ingat bahwa doa antara azan dan iqamah adalah doa yang terkabul.

Setelah shalat Shubuh berdiam di masjid untuk berdzikir seperti membaca dzikir pagi-petang, membaca Al-Qur’an dengan tujuan mengkhatamkannya dalam sebulan, atau mendengarkan majelis ilmu hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit). "Ketika matahari meninggi tadi, lalu melaksanakan shalat isyraq dua raka’at yang dijanjikan pahalanya haji dan umrah yang sempurna,"

 Saat puasa, menjalankan rukun dan tidak melakukan pembatal-pembatal puasa.meninggalkan hal-hal yang diharamkan yaitu berdusta, ghibah, namimah (adu domba), memandang wanita yang tidak halal, dan mendengarkan musik.

Melakukan shalat Dhuha minimal dua raka’at.  Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan.  Memperbanyak membaca Al-Quran, bahkan berusaha mengkhatamkannya di bulan Ramadhan.

Tetap beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan dengan tangan sendiri.

Menjelang Zhuhur menyempatkan untuk tidur siang walau sesaat. Tidur seperti ini disebut qoilulah.

Ketika azan Zhuhur, melakukan lima amalan ketika mendengar azan sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Melakukan shalat rawatib Zhuhur dan shalat Zhuhur berjamaah (bagi laki-laki) ---Shalat rawatib berusaha dirutinkan 12 raka’at dalam sehari.

Melaksanakan shalat sunnah qabliyah Ashar dua atau empat rakaat. Dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah (bagi laki-laki). teruskan dengan Zikir petang.

Mempersiapkan makanan buka puasa untuk orang-orang yang akan berbuka di masjid-masjid terdekat. Atau bisa menjadi panitia pengurusan buka puasa di masjid.

Bermajelis menjelang berbuka.  Sibukkan diri dengan doa ketika menunggu berbuka.

Memenuhi adab-adab berbuka dan adab-adab makan saat berbuka: Menyegerakan berbuka puasa Berbuka dengan ruthab, tamer atau seteguk air. Sebelum makan berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’ agar bertambah berkah Berdoa ketika berbuka “‘Dzahabazh Zhoma-U Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah (Artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)”

Memanfaatkan waktu berbuka puasa untuk berdoa, Memberi makan pada yang berbuka puasa. Mendoakan orang yang beri makan berbuka Minum dengan tiga nafas dan membaca ‘BISMILLAH’ Berdoa sesudah makan dengan minimal membaca ‘ALHAMDULILLAH’

Menjawab azan yang masih berkumandang, lalu berdoa setelahnya.  Menunaikan Sholat Maghrib berjamaah di masjid bagi laki-laki, kemudian  mengerjakan shalat sunnah rawatib ba’diyah Maghrib.

Makan hidangan berbuka puasa, bersama dengan keluarga dengan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.

Mempersiapkan shalat Isya dan Tarawih dengan berwudhu, memakai wewangian (bagi pria), dan berjalan ke masjid

Menjawab muadzin, melaksanakan shalat Isya berjamaah di masjid, dan melakukan shalat sunnah rawatib ba’diyah Isya.

Melaksanakan shalat tarawih berjama’ah dengan sempurna di masjid, dan inilah salah satu keistimewaan Ramadhan. Banyak hadits yang menerangkan keutamaannya, di antaranya, “Siapa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) atas dasar iman dan mengharapkan pahala dari Allah niscaya dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Tidak pergi hingga imam selesai agar dituliskan pahala shalat semalam suntuk, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila seseorang shalat Tarawih bersama imam hingga imam selesai, maka dianggap (dicatat) melakukan shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud)

Membaca doa setelah shalat Witir. Melakukan tadarus Al-Qur’an dengan jumlah yang terukur.

Jika tidak ada keperluan mendesak di malam hari, tidur lebih awal agar bisa bangun di sepertiga malam terakhir. Tidak begadang kecuali jika ada kepentingan mendesak.

Inilah diantaranya prosesi Ramadhan dengan SOP yang baik yang akan menghasilkan Ketaqwaan,  dianjurkan bagi kita pribadi menyiapkan prosesi ramadhan masing-masing dengan aktivitas dan Target yang kita kehendaki dan kita laksanakan semaksimal mungin. Semoga Allah SWT menuntun kita melaksanakan amalan ramadhan dan menghantarkan menuju Taqwa, Insha Allah. (*)

 

Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]