Catat! Pelanggar Larangan Mudik Bakal Diminta Putar Balik atau Ditilang


Rabu, 14 April 2021 - 14:19:35 WIB
Catat! Pelanggar Larangan Mudik Bakal Diminta Putar Balik atau Ditilang Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar kebijakan larangan mudik akan diberikan sanksi diputar balik kendaraannya. Namun, bagi pengemudi truk atau travel gelap yang mengangkut penumpang bisa dikenakan sanksi tilang.

"Ya diputar balik. Kecuali untuk pelanggaran-pelanggaran atau ada pelanggaran lalu lintasnya, (seperti) truk angkut penumpang, naik di bak truk atau travel gelap ada pelanggaran lalu lintasnya itu kita tindak. Tapi di luar itu kita putar balik," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, dikutip dari beritasatu.com, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga : Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Dedi Mulyadi: Ganti Saja Jadi Wisata Religi

Truk atau travel gelap bisa dikenakan sanksi tilang terkait pelanggaran izin menyelenggarakan angkutan orang dalam trayek yang diatur dalam Pasal 308 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana kurungan 2 bulan atau denda Rp 500.000.

Berdasarkan catatan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, memutar balik 68.045 kendaraan yang hendak keluar-masuk DKI Jakarta, di jalan tol dan jalan arteri, selama Operasi Ketupat Jaya dan masa perpanjangan operasi melalui kegiatan yang ditingkatkan, sejak tanggal 24 April hingga 4 Juni 2020 lalu.

Baca Juga : Dukung Perjuangan Rakyat Palestina, Indonesia Lakukan Upaya Maksimal di Semua Lini

Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya tanggal 24 April hingga 26 Mei, sebanyak 41.439 kendaraan diputar balik. Selanjutnya, sejak tanggal 27 Mei hingga 4 Juni 2020 -perpanjangan Operasi Ketupat Jaya melalui kegiatan yang ditingkatkan-, sebanyak 26.606 kendaraan diputar balik agar tidak masuk ke wilayah DKI Jakarta.

Kendaraan yang diputar balik selama Operasi Ketupat Jaya, di Pos Cikarang Barat sebanyak 22.046 kendaraan. Kemudian di Pos Pengamanan Bitung atau Cikupa berjumlah 5.418 dan pos pengamanan jalan arteri ada 13.957 kendaraan. Totalnya berjumlah 41.439.

Sementara, hasil penyekatan mulai tanggal 27 Mei hingga 4 Juni -arus balik- di sembilan pos wilayah DKI, berjumlah 5.529 kendaraan. Sedangkan, kendaraan yang diputar balik di 11 pos luar wilayah DKI sebanyak 21.077. Totalnya menjadi 26.606 kendaraan.

Selain itu, ada sekitar 670 kendaraan travel gelap yang diamankan dan dilakukan penindakan tilang karena digunakan untuk membawa penumpang pulang kampung atau mudik.

Diketahui, tahun lalu polisi mendirikan 20 titik pos pengamanan dan penyekatan yang tersebar di wilayah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Tangerang. Sebanyak sembilan titik pos di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Sedangkan, 11 pos yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua.

Sembilan pos pemeriksaan atau penyekatan di dalam kota antara lain berada di Pos Polisi Kalideres, Pos Joglo Raya, Pos Polisi Karang Tengah (Jalan Raden Saleh), Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi (Kolong Fly Over Cakung), Jalan Kalimalang, Simpang Layang UI, Perempatan Pasar Jumat, dan Jalan Ciledug Raya (depan Universitas Budi Luhur).

Sementara itu, 11 pos penyekatan di luar wilayah DKI yakni, Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja (Tangerang), Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Tanjung Sari (Kabupaten Bogor), Jalan Pantura Kedung Waringin, Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang KM 47 arah Jakarta (Kabupaten Bekasi). (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : beritasatu.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]