Eksepsi Kuasa Hukum Ditolak, Sidang Kasus Bom Molotov Dilanjutkan


Rabu, 14 April 2021 - 23:15:11 WIB
Eksepsi Kuasa Hukum Ditolak, Sidang Kasus Bom Molotov Dilanjutkan Pelemparan bom molotov yang terjadi di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu. (Ist-Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Bangkinang menolak eksepsi kuasa hukum dari salah seorang terdakwa, perkara kasus bom molotov dengan korban Nurhayati, dipastikan berlanjut ke persidangan.

Dalam perkara itu ada 5 orang yang ditetapkan oleh penyidik Kejaksaan sebagai terdakwa. Namun salah seorang terdakwa inisial W merasa keberatan atas surat dakwaan tersebut dan mengajukan eksepsi, terdakwa dijerat pasal 187 kesatu junto pasal 55 KUHP. Oleh sebab itu ia mengajukan eksepsi.

Baca Juga : Penyekatan Mudik Berakhir Jumat Malam

Kepala Seksi Pidana Umum Sabar Gunawan mengatakan, sudah ada putusan sela dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang.

“Hari ini telah dilaksanakan persidangan terhadap inisial W dan 4 orang rekannya yang telah melakukan tindak pidana dengan cara melemparkan bom melotov kerumah seorang saksi Nurhayati,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Sabar Gunawan, dikutip dari  haluanriau.co, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga : Bikin Bising, Belasan Pemotor Knalpot Racing Dibekuk

Sabar menuturkan putusan sela tersebut intinya menolak eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa inisial W.

“Dalam putusan sela tersebut hakim memerintahkan kita untuk melanjutkan cara pemeriksaan untuk masuk ke pokok materi dan pembuktian pada sidang yang akan digelar minggu depan,” kata Sabar.

Sebelumnya saksi korban Nurhayati sempat merasa kecewa karena ia mengaku tidak pernah dihadirkan dalam persidangan dan juga tidak diberitahukan jadwal persidangan.

Menanggapi hal itu Sabar menjelaskan pihaknya memang belum memberitahukan kepada saksi korban dikarnakan belum masuk pada tahap pembuktian.

“Sehubung dengan korban yang menyatakan tidak pernah diberitahu terhadap proses persidangan. Memang kita saat ini belum memberitahukan kepada yang bersangkutan dikarnakan belum tahap pembuktian,” kata Sabar.

“Yaitu pemeriksaan saksi – saksi baik saksi yang melakukan penangkapan atau saksi korban. Makanya kita belum melakukan pemanggilan terhadap saksi tersebut secara patut,” terang Sabar. (*)

 

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]