Joe Biden Tarik Tentara Amerika dari Afghanistan Per 1 Mei


Kamis, 15 April 2021 - 04:53:34 WIB
Joe Biden Tarik Tentara Amerika dari Afghanistan Per 1 Mei Joe Biden

HARIANHALUAN.COM - Presiden Joe Biden akhirnya mengungkapkan rencana penuh penarikan pasukan militer Amerika dari Afghanistan. Dikutip dari kantor berita Reuters, Joe Biden menyatakan penarikan akan dimulai per 1 Mei 2021 dengan harapan beres sebelum 11 September 2021.

Total, ada 2500 personil militer yang perlu ditarik dari Afghanistan. Joe Biden menyatakan penarikan akan berlangsung bertahap atas pertimbangan keamanan serta logistik.

Baca Juga : Waspada! Krisis Covid-19 India Menjalar ke Tetangga, Asia Selatan Dibayangi Bencana

"Sejak awal, operasi di Afghanistan tidak pernah ditujukan sebagai operasi multi-generasi. Kita diserang, kita berperang dengan tujuan jelas, dan kita sudah mencapai apa yang ditargetkan. Inilah waktunya untuk mengakhiri perang," ujar Joe Biden, dikutip dari Tempo.co, Rabu, 14 April 2021.

Sebagaimana diketahui, operasi militer Amerika di Afghanistan dipicu insiden berdarah 9/11 pada 11 September 2001. Dalam peristiwa tersebut, teroris Al Qaeda menabrakkan pesawat komersil ke gedung pencakar langit World Trade Center, New York, Amerika. Sebanyak 2000 lebih orang meninggal dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga : Arab Saudi Tegaskan Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji Tahun Ini

Presiden Amerika kala itu, George W. Bush, meresponnya dengan menggelar War on Terror. Target utama, menghentikan aktivitas terorisme Taliban dan Al Qaeda yang berbasis di Afghanistan. Figur Al Qaeda, Osama Bin Laden, menjadi salah satu incarannya.

War on Terror dimulai pada 7 Oktober 2001 dengan Operasi Enduring Freedom. Perang dimulai dengan pasukan gabungan Amerika dan Inggris melakukan serangan udara ke Taliban dan Al Qaeda di Afghanistan. Serangan berlanjut selama lima hari dan perang terus berkembang dari situ.

Tahun 2011, di masa pemerintahan Presiden Barack Obama, figur yang diincar berhasil dicapai. Osama Bin laden tewas dalam sebuah operasi militer Amerika. Sejak saat itu, penarikan pasukan menjadi misi selanjutnya dari Pemerintah Amerika.

Total, War on Terror telah memakan korban 2400 orang personil militer. Uang yang dihabiskan untuk perang itu mencapai US$2 triliun. Adapun jumlah terbesar penempatan pasukan di Afganistan adalah lebih dari 100 ribu orang di mana terjadi pada tahun 2011.

Sejatinya, Amerika memiliki deadline penarikan pasukan pada 1 Mei nanti. Hal itu ditetapkan oleh pendahulu Joe Biden, Donald Trump. Donald Trump gagal memenuhi target, ia kalah di Pilpres Amerika. Joe Biden kemudian menegosiasikan penyesuaian dan disepakati penarikan dimulai pada 1 Mei.

Sejumlah tahanan Taliban yang baru dibebaskan, meninggalkan penjara Pul-e-Charkhi, di Kabul, Afganistan, 13 Agustus 2020. Pemerinah Afganistan mulai membebaskan 400 tahanan kelas kakap Taliban. National Security Council of Afghanistan/Handout via REUTERS

"Saya adalah Presiden Amerika keempat yang mengatur keberadaan militer di Afghanistan. Dua Republikan, Dua Demokrat. Saya tidak ingin tanggung jawab ini lanjut ke presiden kelima. Saatnya prajurti kita untuk pulang," ujar Joe Biden menegaskan.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengapresiasi langkah yang diambil Joe Biden dan mengaku telah berbicara dengannya. Ia berjanji akan membantu Amerika untuk memastikan penarikan berjalan lancar.

Sementara itu, Taliban menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan Joe Biden. Mereka berharap penarikan berlangsung sesuai janji Donald Trump. Sebab, kata mereka, negosiasi berlangsung di bawah kesepakatan damai yang dimediasi administrasi Trump.

"Jika perjanjian diikuti, segala masalah pasti akan tuntas. Namun, jika tidak, ya masalah akan bertambah," ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menanggapi rencana Joe Biden menarik tentara Amerika dari Afghanistan. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Tempo.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]