Taqwa


Kamis, 15 April 2021 - 07:32:15 WIB
Taqwa Afri Yendra, S.H., M.H

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujuraat : 13)

 

Baca Juga : Tim Sapa Ramadan Akhiri Perjalanan ke-19 Kabupaten/Kota, Bagi-bagi THR pada Anak Yatim

Oleh: Afri Yendra

Widyaiswara PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi.

Baca Juga : Hujan di Penghujung Ramadhan

 

Setiap insan beriman merindukan menjadi seorang yang bertaqwa, karena inilah puncak kedudukan hamba disisi sang Khaliq, Allah SWT.  Ramadhan yang kita laksanakan dengan multi aktivitas didalamnya adalah agar kita menjadi hamba yang bertaqwa.

Ilustrasi tentang taqwa disampaikan oleh  Abu Hurairah Tatkala di ditanya oleh seseorang, “apakah yang dimaksud dengan takwa itu?'' ''Pernahkah engkau melewati suatu jalan dan engkau melihat jalan itu penuh dengan duri? Bagaimana tindakanmu untuk melewatinya?'' Orang itu menjawab, ''Apabila aku melihat duri, maka aku menghindarinya dan berjalan di tempat yang tidak ada durinya, atau aku langkahi duri-duri itu, atau aku mundur.'' Abu Hurairah cepat berkata, ''Itulah dia takwa!'' (HR Ibnu Abi Dunya).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memberikan penjelasan  mengenai pengertian taqwa. Beliau mengatakan, “Taqwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah. Allah Ta’ala berfirman, “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al-Majmu’ Al-Fatawa, 10: 433)

            Sementara itu buya  HAMKA dalam tafsirnya, Al-Azhar, Taqwa diambil dari rumpun kata wiqayah yang berarti memelihara. Memelihara hubungan yang baik dengan Allah SWT. Memelihara jangan sampai terperosok kepada perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Memelihara segala perintah-Nya supaya dapat dijalankan. Memelihara kaki jangan terperosok ke tempat yang penuh lumpur atau duri.

Selanjutnya Buya menekankan bahwa Takwa, tidak dapat diartikan sebatas takut kepada Allah SWT. Rasa takut kepada Allah SWT adalah bagian kecil dari takwa. dalam takwa terkandung cinta, kasih, harap, cemas, tawakal, ridha, dan sabar. Takwa adalah pelaksanaan dari iman dan amal saleh. Bahkan, dalam kata takwa terkandung juga arti berani.

            Dalam Alquran kata Taqwa terdapat 259 kali dengan makna yang cukup beragam, diantaranya memelihara, menghindari, menjauhi, menutupi, menyembunyikan dan lainnya.

            Bagi Allah SWT, Orang bertaqwa adalah orang yang mulia seperti disebutkan dalam Alquran Surah Al-Hujuraat : 13, yang artinya “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. )

            Seseorang memiliki Taqwa adalah orang yang menjaga silatarrahmi diantara mereka, silaturrahmi itu haruslah berlandaskan nilai-nilai apa yang dikehendaki oleh Allah dan Rasulnya, bukan sebaliknya, demi jaga silaturrahmi dengan manusia  kta mengabaikan nilai nilai agama.

            Orang yang bertaqwa senantiasa menjaga diri mereka dari kemaksiaat dan senantiasa istiqamah ketaatan, inilah makna pakaian terbaik bagimu adalah pakaian Taqwa yang Allah nukilkan dalam Qs Al A’raaf ayat 26. “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

 

Karakter bertaqwa lainnya adalah tidak mau menuruti keinginan orang Kafir dan orang Munafik, Kekuatan orang Bertaqwa dia teguh dengan Keinginan Allah dan Rasulnya dan  tidak patuh dan tunduk san patuh kepada yang lainnya. Sebagaimana Allah firmankan dalam Qs Al Ahzaab ayat 1, “Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” kebijakan Allah bagaimana seharusnya orang Kafir dan Munafik itu yang harus menuruti Orang Bertaqwa karena mereka dilandungi oleh Allah SWT.

 

Dalam Albaqarah ayat 2-4 menerangkan ciri orang bertqwa itu adalah,  beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

 

Janji Allah terhadap orang orang yang bertaqwa adalah mendapatkan kemenangan. Ini JanjiNya dalam urah Annur 52 “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram). وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ (Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan) kemenangan itu Yakni mereka sajalah yang akan meraih kenikmatan dunia dan akhirat.
 

Diakhirat nanti orang yang bertaqwa Allah masukkan kedalam Syurga  yang penuh dengan kenikmatan nan tiada tara serta abadi kenikmatan itu.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Q.S. Al-Hijr : 45). Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. (Q.S. Al-Qalam : 34).  Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (Q.S. Ar-Ra’d : 35)

Dan Allah jauhkan dari Neraka, janjiNya ini disebutkan dalam Qs Al Lail ayat 17. “Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,”

 

Itulah balasan terbaik dari Allah untuk hamba hambaNya yang bertqwa yang disebutNya orang terbaik. “Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (Q.S. An-Nahl : 30).

 

Semoga kita semua dapat dijadikan Allah sebagai hamba-hamba yang bertaqwa, Aamiin ya robbal’alamiin.

Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]