Masyarakat Antusias Disuntik Vaksin Nusantara, Saleh Daulay: Tak Ada Muatan Politik


Kamis, 15 April 2021 - 19:16:04 WIB
Masyarakat Antusias Disuntik Vaksin Nusantara, Saleh Daulay: Tak Ada Muatan Politik Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan bahwa Vaksin Nusantara yang merupakan produk dalam negeri sangat diminati masyarakat. Walau produk vaksin ini masih dalam penelitian, tapi antusiame masyarakat untuk divaksin dengan Vaksin Nusantara cukup tinggi karena diakui tanpa efek samping dan mampu meningkatkan imunitas.

Ketua Fraksi PAN DPR RI itu adalah salah satu penerima Vaksin Nusantara yang digelar di RSPAD Gotot Subroto, Jakarta, sehari sebelumnya.

Baca Juga : Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Dedi Mulyadi: Ganti Saja Jadi Wisata Religi

"Minat terhadap Vaksin Nusantara ini ternyata sangat tinggi. Terbukti dengan panjangnya antrian masyarakat ingin divaksin. Pihak RSPAD membatasi vaksinasi karena  mereka masih fokus pada studi dan penelitian," Saleh Daulay dalam keteràngan persnya, Kamis (15/4/2021).  

Menurut Saleh, dirinya sudah berdiskusi dengan para peneliti Vaksin Nusantara dan para relawan yang divaksin, sehingga ia juga divaksin. Dia melihat Vaksin Nusantara sangat potensial dikembangkan.

Baca Juga : Dukung Perjuangan Rakyat Palestina, Indonesia Lakukan Upaya Maksimal di Semua Lini

Vaksin produk dalam negeri tersebut harus mendapat perhatian pemerintah seperti disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus mengutamakan produknya sendiri.

"Kita berani menjadi contoh untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun. Saya berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Saya yakin, momentum Covid-19 bisa menjadi pintu masuk," imbuh Saleh.

Apalagi kata Saleh, saat ini Indonesia masih mendapat embargo vaksin, sehingga program vaksinasi di dalam negeri terganggu. BPOM juga diharapkannya memberi izin edar segera setelah penelitian vaksin ini rampung.

"Kita masih tergantung negara lain. Ketika diembargo, program vaksinasi kita langsung terganggu. Setidaknya, mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di situ pentingnya kemandirian dan kedaulatan," ucap legislator dapil Sumatera Utara II itu. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]