Polemik Vaksin Nusantara, Wakil Ketua DPD RI: Selesaikan Secara Keilmuan


Sabtu, 17 April 2021 - 23:38:47 WIB
Polemik Vaksin Nusantara, Wakil Ketua DPD RI: Selesaikan Secara Keilmuan Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menilai permasalahan utama atas polemik Vaksin Nusantara dan BPOM adalah perbedaan sudut pandang secara ilmiah. Dukungan dari pihak luar kepada BPOM juga tidak ada urgensinya. Bahkan, dukungan sejumlah tokoh kepada BPOM dinilainya seolah lebih kepada nuansa politis dalam membangun opini di ruang publik.

"Justru saat ini seharusnya yang dibutuhkan adalah dukungan para scientist. Agar kemudian ada diskusi argumentatif yang bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan," tegas Sultan dalam keterangan, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga : Ini Kesiapan Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Sepanjang Libur Idul Fitri 2021

Senator muda asal Bengkulu tersebut juga beberapa kali menyatakan dukungan secara resmi terhadap Vaksin Nusantara. Bahkan ia meminta pemerintah memberikan fasilitas riset secara maksimal untuk mengkaji lebih jauh dan secara presisi dalam pengembangannya.

Bahkan lanjut Sultan, kondisi terhadap polemik ini menunjukkan tentang lemahnya bangsa Indonesia terhadap pemahaman dan apresiasi terhadap ilmu pengetahuan, pengembangan, serta metode ilmiah yang dipelopori oleh anak bangsa.

Baca Juga : Tengku Zulkarnain Wafat, Mahfud MD: Selamat Jalan Menghadap Sang Khalik 

"Kita bisa membandingkan pengeluaran R&D Indonesia sebagai persentase dari GDP dilaporkan sebesar 0,226% pada tahun 2018. Sedangkan pengeluaran R&D dari salah satu negara tetangga kita Malaysia mencapai 1,44% dari GDP mereka. Tentu data ini menunjukkan kita masih sangat lemah dalam hal meningkatkan kemampuan ilmiah kita," paparnya.

Walaupun sebuah kebjikan adalah produk politik, namun pandemi Covid-19 harus tetap dilawan dengan kekuatan ilmu pengetahuan. Karena itu menurut dia, mengenai Vaksin Nusantara adalah tentang bagaimana sikap dukungan semua terhadap bentuk sebuah penelitian yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan manusia.

"Ketika virus Corona merebak, setiap orang sudah berpikir bagaimana dapat menghadirkan vaksin dalam membangkitkan kekebalan kawanan (herd immunity). Negara-negara dunia sedang berlomba-lomba dalam menemukan jenis varian yang dapat digunakan dengan mengkampanyekan keunggulannya masing-masing", tegasnya.

Sedangkan vaksin Nusantara adalah milik dalam negeri, tambah Sultan. Dimana vaksin yang sedang dikembangkan oleh Dokter Terawan diklaim sebagai satu-satunya vaksin yang dapat memberikan kekebalan permanen (seumur hidup) dari penerimanya. Harusnya bangs ini bangga dan mendukungnya. Mantan wakil Gubernur Bengkulu ini juga memuji cara berpikir Dokter Terawan yang "out the box".

Terawan memang dikenal dokter yang selalu kontroversi. Namun kontroversinya itu menjadi sebuah tanda tanya besar.

"Pasti kita ingat dengan cuci otak untuk menyembuhkan pasien stroke dan bagaimana banyak pihak juga mempertanyakan metodenya yang dianggap belum memenuhi metode ilmiah. Tapi justru metode yang ditolak beberapa pihak di Indonesia tersebut telah menyembuhkan puluhan ribu orang dan bahkan metode pengobatannya telah diterapkan di negara Jerman. Jadi kenapa tidak BPOM memberikan ruang kesempatan sebesarnya kepada penelitian tersebut?," tanya Sultan.

Sultan berharap, kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan sehingga ada kesiapan dalam negeri jika ada embargo atau situasi lainnya yang memotong rantai pasok vaksin kedalam negeri.

"Kita tidak boleh sangat tergantung kepada negara lain terhadap vaksin Corona. Negara kita mesti mandiri dan berdaulat dalam bidang kesehatan khususunya. Jika Vaksin Nusantara ini telah berhasil, justru kelak akan membawa nama baik Indonesia di hadapan bangsa-bangsa lain. Makanya setiap pihak wajib mendukung pengembangan vaksin di dalam negeri tanpa berhitung untung rugi secara bisnis," tutupnya. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]