Menkes Sebut Perebutan Vaksin Covid-19 di Dunia Semakin Keras


Ahad, 18 April 2021 - 16:14:14 WIB
Menkes Sebut Perebutan Vaksin Covid-19 di Dunia Semakin Keras Menkes Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Vaksin Covid-19 saat ini menjadi komoditas yang paling diperebutkan oleh negara-negara, apalagi hanya beberapa negara saja yang memproduksi vaksin.

“Dan untuk pengetahuan, kita ketahui bahwa saat ini rebutan di Dunia ya, makin lama makin keras rebutannya,” ungkap Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS) dalam Webinar PB IDI Upaya Akselerasi Pencapaian Target Vaksinasi Covid-19, Kendala & Solusi, Minggu (18/4/2021), dikutip dari Okezone.

Baca Juga : Arus Balik, Pemudik Siap-siap Dibawa ke RSD Wisma Atlet jika Reakif Covid-19

Apalagi saat ini, India sebagai negara yang memproduksi vaksin AstraZeneca dari perusahaan London Inggris melakukan embargo vaksin. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus disana. Sehingga, hal ini berdampak pada stok vaksin di Indonesia.

“Akhir-akhir ini, karena ada lonjakan kasus di India, India ingin memastikan dan pastinya vaksin yang diproduksi di dalam negeri yang lebih diprioritaskan ke India dulu. Dan itu sama yang terjadi di Amerika dan Inggris juga,” kata BGS.

Baca Juga : Di Indonesia, Donasi untuk Palestina Terkumpul Rp 5 Miliar dalam 2 Hari

Kemudian, BGS mengatakan selain India, Amerika dan Inggris saat ini juga sedang melakukan embargo vaksin. Dimana vaksin yang mereka produksi hanya bisa dipakai di negaranya saja.

“Jadi semua pabrik di Amerika produksi pastinya hanya bisa dipakai di Amerika. Semua pabrik di Inggris hanya bisa dipakai di Inggris,” kata BGS.

Sehingga, BGS mengungkapkan kini hanya ada tiga negara yakni India, China, dan Rusia. Namun, India kemudian mencoba untuk menahan agar vaksin AstraZeneca tidak bisa keluar dari negaranya.

“Jadi yang mengekspor vaksin sekarang itu hanya India, China, dan Rusia. Dan India merasa bahwa mengapa saya tidak boleh, sehingga kemudian mencoba menahan produknya bisa dipakai di India dulu,” kata BGS.

Akibatnya, kata BGS, beberapa negara di luar India yang memproduksi bahan baku vaksin membuat balasan untuk tidak memberikan bahan bakunya ke India.

“Nah, ini akibatnya juga membuat ramai dan membuat ramai, dan membuat balasan dari negara-negara di luar India, terutama yang menguasai bahan baku yang dipakai oleh India. Jadi agak complicated ya," pungkasnya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]