Tengah Malam, Puluhan Kawanan Gajah Geruduk Tiga Desa di Riau


Ahad, 18 April 2021 - 20:25:38 WIB
Tengah Malam,  Puluhan Kawanan Gajah Geruduk Tiga Desa di Riau Ilustrasi. Net

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM- Kawasan pemukiman warga  pada  Tiga desa di Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau digeruduk  gerombolan kawanan Gajah.

Sekawanan Gajah tersebut diperkirakan berjumlah 20 (dua puluh) ekor dan telah mendekati pemukiman milik masyarakat setempat, bahkan merusak perkebunan milik warga hingga terlihat jelas terpantau selama seminggu terakhir.

Baca Juga : Duh, Sampah Menumpuk Setelah Dipasang Plang Larangan

Diketahui tiga desa yang menjadi amukan saat ini adalah Desa Rambahan, Desa Sikijang, dan Desa Teratak Rendah.

“Kalau siang hari mereka (gajah.red) berkumpul di Rimbo Kayu Batu, namun pada saat malam tiba, mereka berpencar menjadi beberapa kelompok kecil yang terbagi di tiga desa ini, ” ujar Mardiwanto salah seorang masyarakat yang turut serta berjaga jaga di Desa Rambahan saat dikonfirmasi dengan wartawan haluanriau.co, Sabtu (17/04/2021) malam.

Baca Juga : Untuk Pemakaman Khusus Kaum Muslim, Panglimo Laskar Bumi Lancang Kuning Hibahkan Dua Hektare Lahan

Disaat yang bersamaan, Martunus Datuk Rajo Melayu, yang merupakan Tokoh Adat Logas Tanah Darat turut membenarkan keberadaan satwa bertubuh besar tersebut yang kerap terlihat oleh masyarakat. Bahkan katanya, sudah sampai ke jalan aspal Desa Teratak Rendah menuju desa Rambahan.

“Ya mungkin di habitat aslinya sudah sulit mendapatkan makanan, makanya mereka jauh mencari makan hingga mendekat ke pemukiman warga. Namun ini tentunya menjadi kekuatiran kita semua, karena sudah sangat begitu dekat dengan pemukiman, ya alhasil kebun warga tentu menjadi amukan” terang Martunus seperti dikutip dari Haluanriau.co.

Dijelaskannya lagi, sejak beberapa minggu ini masyarakat terus berjaga jaga secara bergiliran (ronda.red) karena dikuatirkan akan memasuki perumahan warga, sebab menurut Datuak Suku Melayu tersebut masyarakat sudah merasa resah namun sulit mengambil tindakan.

Saat ini masyarakat tiga desa yang ada di kecamatan Logas Tanah Darat, berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Pemerintah Provinsi (pemprov) turut andil, dan bahkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau lebih serius akan hal tersebut.

Karena menurut masyarakat, jika langkah dan tindakan yang kita ambil secara mandiri nantinya salah menurut aturan dan perundang-undangan yang ada.

“Tolonglah ini bukan ranah masyarakat, ada hal yang tidak menjadi wewenang kita sebagai masyarakat, nanti anak cucu kemenakan berbuat di luar aturan justru menjadi permasalahan, hewan ini kan dilindungi, dan masyarakat juga berhak mendapatkan perlindungan, ” ujar Datuak Melayu.

Dilanjutkan nya, ada anggota BKSDA, Namun hanya beberapa orang saja, sementara masyarakat sudah gelisah, pergi cari nafkah takut kebun miliknya dirusak, kalau tidak bekerja ekonomi masyarakat sama-sama kita ketahui saat pandemi ini.

Sementara itu, Kapolsek Logas Tanah Darat Iptu Rafidin Lumban Gaol terus memantau perkembangan yang terjadi di lapangan, dengan mengedepankan memberikan pelayanan khamtibmas.

“Kita terus pantau, utamakan keselamatan masyarakat dan tetap koordinasi dengan pihak terkait, guna penyelesaian konflik hewan dilindungi ini, kamtibmas tetap monitor situasi, mereka tetap piket dengan masyarakat” ujar kapolsek. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]