Waduh, Jozeph Paul Zhang Lakukan Perlawanan dari Tanah Jerman


Selasa, 20 April 2021 - 08:56:05 WIB
Waduh, Jozeph Paul Zhang Lakukan Perlawanan dari Tanah Jerman Jozeph Paul Zhang (ist/YouTube)

HARIANHALUAN.COM - Jozeph Paul Zhang melawan dari tanah Jerman. Pria bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono itu kembali tampil usai pernyataannya yang diduga menista agama dikecam banyak pihak.

Dikutip dari detikcom, Selasa (20/4/2021), pernyataan Jozeph Paul Zhang itu disampaikan dalam video terbarunya di akun YouTube. Dalam video itu, Jozeph Paul Zhang tampak menjawab sejumlah pertanyaan dari para peserta.

Baca Juga : Aparat Korban Pencatut Nama Penerima Bantuan THR Pemnag Gunung Medan Bantah Terlibat

Jozeph Paul Zhang Ngaku Sudah Lepas Status WNI

Salah seorang peserta di video terbarunya di YouTube menyemangati Jozeph Paul Zhang yang kini tengah diburu Bareskrim. Peserta itu meminta Jozeph Paul Zhang tidak takut.

Baca Juga : Keterlaluan! Seorang Pria Nekat Pukuli Imam Masjid saat Pimpin Salat di Pekanbaru

"Jangan gentar ya Pak Paul ya, jangan gentar," kata seseorang dalam pertemuan virtual tersebut.

Jozeph Paul Zhang pun merespons dukungan itu dengan tertawa. Dia lantas meminta agar kasus yang menjeratnya tidak dibahas-bahas. Dia lantas menjelaskan bahwa dirinya sudah melepas status kewarganegaraan Indonesia.

"Oh iya, ini supaya temen-temen jangan membahas, gini, Saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya. Jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa," ujarnya.

"Jadi temen-temen, udah, jangan membahas lagi mengenai masalah itu. Justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya," sambungnya.

Jozeph Paul Zhang Ngaku Ditekan

Jozeph Paul Zhang mengatakan saat ini banyak gereja yang menekan dirinya setelah video viral dirinya mengaku sebagai nabi ke-26. Dia kemudian menyampaikan alasan mengapa jarang berkhotbah di gereja Indonesia.

"Jadi temen-temen, udah, jangan membahas lagi mengenai masalah itu. Justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya. Mereka tahu cara menekan tapi kalau saya kan tidak hidup dari perkumpulan gereja-gereja ini atau persembahan saya sendiri jarang khotbah di gereja Indonesia," kata Paul.

"Hampir sudah tidak pernah lagi, hanya di awal saja, di 3 bulan saya pertama di Eropa memang saya menghindar, saya memang menghindar. Kenapa saya menghindar? Karena saya tahu aktivitas saya berbahaya. Saya tidak mau melibatkan mereka," imbuh Paul.

Paul mengatakan tak ingin melibatkan orang lain. Karena itu, dia berusaha sebisa mungkin untuk menghindar.

"Tetapi mereka tampaknya, setelah paham dengan saya, tetapi ya nggak apa-apa. Setelah kejadian ini kan mereka tahu mengapa saya menghindar. Supaya jangan melibatkan orang lain, jadi itu semua kita sudah tahu dan ini memang kita doakan, yang saya lakukan semua lakukan, setiap malam saya berdoa kok saya jadi anak Tuhan, saya evaluasi kalau ada yang salah," tutur Paul.

Jozeph Paul Zhang Minta Tak Perlu Dibela

Jozeph Paul Zhang juga meminta tak perlu dibela. Dia tidak ingin ada yang saling memaki.

"Intinya begini supaya jangan kecewa juga, ini bukan masalah perasaan tetapi kita melakukan apa yang menjadi kewajiban kita semua. Teman-teman juga makanya saya bilang jangan berantem ya, jangan berantem untuk membela saya. Nggak boleh. Apalagi sama keluarga, nggak boleh, karena itu... hati-hati... Anda boleh berdebat gila-gilaan sama orang Islam tetapi begitu sama orang Kristen kalau bisa hindarin untuk saling memaki," ujar Jozeph Paul Zhang dalam video terbarunya di akun YouTube seperti dikutip dari detikcom, Senin (19/4).

Langkah Terbaru Polri

Polri sudah mendeteksi keberadaan Jozeph Paul Zhang. Berdasarkan hasil penelusuran, Jozeph Paul Zhang berada di Jerman.

"Sampai sejauh ini penelusuran dari Polri, yang bersangkutan ada di negara Jerman," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (19/4).

Rusdi menyebut Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri hingga Ditjen Imigrasi terkait keberadaan Jozeph. Dia juga mengatakan Polri telah berkoordinasi dengan Interpol.

"Polri telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan juga Interpol. Karena patut diduga yang bersangkutan ada di luar negeri," tuturnya.

Selain itu, Polri bakal segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono. Setelah itu, dokumen DPO akan diberikan kepada Interpol agar pria yang mengaku sebagai nabi ke-26 dan diduga menistakan agama itu ditangkap.

"Bareskrim Polri akan segera mengeluarkan daftar pencarian orang yang tentunya DPO ini akan diserahkan ke Interpol," ujar Rusdi.

Polri menilai Jozeph Paul Zhang melakukan ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta penistaan agama yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Unsur pasal yang bisa dikenakan, pertama, ujaran kebencian dalam UU ITE dan penodaan agama yang ada di KUHP, dikenakan Undang-Undang ITE khususnya Pasal 28 Ayat 2, kemudian KUHP tentang penodaan agama itu Pasal 156 huruf a," sambungnya.

Rusdi mengatakan dokumen DPO Jozeph akan menjadi dasar Interpol dalam menerbitkan red notice. Langkah ini ditempuh Polri lantaran Jozeph Paul Zhang berada di luar negeri.

"Daftar pencarian orang ini menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan red notice," jelas Rusdi.

Seperti diketahui, nama Jozeph Paul Zhang menjadi perbincangan belakangan ini. Jozeph Paul Zhang diduga menista agama dan Nabi Muhammad SAW.

Dia juga membuat sayembara, menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. Atas aksinya itu, Jozeph dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Husin Shahab, kemarin. Laporan itu teregister LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM tertanggal 17 April 2021.

Kecaman pun datang dari berbagai pihak mulai dari ormas Islam hingga anggota DPR. Salah satunya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita jelas-jelas mengutuk tindakan kegaduhan yang telah dilakukan oleh Joseph Paull Zhang yang telah menghina Nabi Muhammad SAW dan melecehkan ajaran Islam," kata Wakil Ketua MUI Anwar Abbas, kepada wartawan, Minggu (18/4).

Anwar Abbas menyebut hal tersebut tentu harus mendapat perhatian khusus dari Kepolisian. Dia percaya bahwa Polri akan menindak tegas dengan segera menangkap Jozeph.

"Kapolri sudah turun tangan dan akan mengambil langkah-langkah serta akan menindak si pelaku dengan tegas," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan Jozeph Paul Zhang terkait Islam dan Nabi Muhammad SAW merupakan penghinaan. Ace mendukung polisi melacak Jozeph Paul Zhang.

"Orang yang mengaku namanya Jozeph Paul Zhang ini memang kelihatannya ingin mencari sensasi dengan bicara seperti itu di media sosial, mengaku nabi ke-26 dan tendensinya menghina keyakinan agama Islam," kata Ace, kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) juga angkat bicara mengenai hal tersebut. PGI meragukan gelar pendeta Jozeph Paul Zhang.

"Saya tidak tahu pasti. Pendeta itu jabatan gerejani, sementara dia tak jelas dari gereja mana?" kata Ketua PGI, Gomar Gultom saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/4).

Gomar Gultom meminta masyarakat untuk mengabaikan Jozeph Paul Zhang. Gomar Gultom menilai pria tersebut tak perlu diberi perhatian.

"Menurut saya yang beginian ini tak usah diberi perhatian. Semakin ditanggapi dia akan semakin mendapat tenar di medsos, abaikan saja," ujar Gomar Gultom. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]