Penerapan Prokes Melemah, dr Indra Yovi: Kasus Covid-19 Bisa Meledak!


Rabu, 21 April 2021 - 22:57:16 WIB
Penerapan Prokes Melemah, dr Indra Yovi: Kasus Covid-19 Bisa Meledak! Ilustrasi (Net)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Masyarakat kembali diingatkan dokter ahli paru yang juga juru bicara gugus tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, agar mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Dikhawatirkan dengan kondisi kenaikan kasus terkomfirmasi positif diatas 400 ini, tiba-tiba akan bisa melonjak hingga mencapai 1.000 kasus perhari.

Baca Juga : Bahaya Nggak Sih, jika Melewatkan Dosis ke Dua Vaksin Covid-19? Simak Penjelasan Ahli

Dari informasi kasus penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, terdapat penambahan sebanyak, 460 kasus terkomfirmasi Covid-19. Kabar baiknya, terdapat penambahan 233 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Kabar duka, terdapat penambahan 4 pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.

“Dulu pada bulan September saya pernah sampaikan, ada penurunan di Jawa dna kita naik. Dan dua bulan lalu juga saya sampaikan harus hati-hati. Pasti akan terjadi kenaikan yang luar biasa, kasus kematian juga kita lihat, 10, 12, ini ada yang salah, dalam beberapa hal,” ujar de Indra Yopi seperti dikutip dari Haluanriau.co, Rabu (21/4/2021)..

Baca Juga : Dukung Ibadah Puasa Nakes di Wisma Atlet, Alodokter dan Fore Coffee Bagikan 1000 Cup Manuka

Termasuk juga masalah masyarakat masalah protokol kesehatan, lihat sajalah sendiri, Pekanbaru, Dumai, Perawang, tidak ada pakai protokol kesehatan, dilapangan kan kita bisa lihat sendiri. Kalau ini kita biatkan terus, sebelum lebaran bisa seribu ini, ini prediksi kita seribu orang bukan main-main. Kalau tidak dijalankan ini dengan benar, seminggu setelah lebaran bisa melonjak lagi,” ujarnya lagi.

Dijelaskan Indra, untuk Kota Pekanbaru, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekanbaru semakin tinggi. Ia khawatir nantinya membuat daya tampung isolasi pasien positif di rumah sakit penuh. Tidak ada jalan lain, kecuali dengan penerapan yang ketat dan disiplin, memakai masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Termasuk pembatasan  aktivitas masyarakat di zona merah diperketat, seperti pusat kuliner, dan lainnya.

“Pertama, tentunya himbauan kita agar masyarakat taat dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, jangan lengah. Kedua, pastikan daerah zona merah yang menimbulkan kerumunan untuk di batasi jamnya. Kemudian, untuk masyarakat yang berada daerah zona merah, agar melaksanakan salat di rumah saja. Gak akan berkurang ibadah kita salat di rumah, dengan kondisi sekarang ini,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan untuk daerah zona merah resiko tinggi penularan Covid-19 seperti di Kota Pekanbaru gencar melakukan Operasi Yustisi Covid-19. Dan dari data yang masuk setengah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau berasal dari Kota Pekanbaru. Perlu kebijakan dari Pemko Pekanbaru untuk menjalankan dan menyelamatkan masyarakat dari penyebaran Covid-19.

“Perlu operasi yustisi, kemarin kan ekonomi sudah jalan, sekarang ini harus ada rem sedikit aktivitas, minimal seminggu atau sepuluh hari direm aktivitas-aktivitas itu. Agar bisa kembali normal, dan berkurang lagi kasus positif Covid-19 di Pekanbaru. Itu aja sebenarnya. Kebijakan pemerintah kota sebenarnya yang paling penting, karena setengah kasus di Riau itu berasal dari Kota Pekanbaru ada 200 kasus. Rumah sakit sudah mau penuh,” ungkapnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]